Wujudkan Papua Cerdas, FKIP Uncen Terjunkan 270 Mahasiswa KKN Mandiri Berbasis Kearifan Lokal

bnr-arrow-1-1.png

JAYAPURA, UNCEN – Universitas Cenderawasih (Uncen) terus mempertegas komitmennya dalam membangun sumber daya manusia di tanah Papua. Melalui Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Uncen secara resmi melepas 270 mahasiswa untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri di Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Keerom pada Senin (10/08/2026).

Program pengabdian masyarakat tahun ini difokuskan pada penguatan kemampuan dasar anak-anak usia sekolah dengan mengusung tema “Kampung Cerdas Digital Berbasis Kearifan Lokal: KKN Tematik FKIP Uncen untuk Papua Cerdas Aksara dan Angka Berkelanjutan.”

Dekan FKIP Uncen, Dr. Yan Dirk Wabiser, S.Pd., M.Hum., dalam sambutan pelepasannya menyampaikan bahwa pelaksanaan KKN ini merupakan tahap krusial bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh di bangku perkuliahan.

“Kita sudah satu minggu melaksanakan pembekalan, baik di Jayapura maupun Biak, dan semuanya berjalan dengan lancar. Hari ini Saudara diberikan pelepasan untuk turun ke lapangan dan mengimplementasikan apa yang didapatkan, sekaligus menjadi agen perubahan di masyarakat,” ungkap Dekan FKIP.

Beliau menekankan bahwa kemajuan sebuah daerah berawal dari akar rumput. Menurutnya, ketika sebuah kampung berhasil menjadi cerdas, maka secara otomatis distrik dan kabupaten akan ikut berkembang, yang pada akhirnya mewujudkan Provinsi Papua yang cerdas.

Menyoroti masih rendahnya tingkat literasi dan numerasi anak-anak di Papua, Dr. Yan mengarahkan para mahasiswa untuk menjadikan kearifan lokal sebagai instrumen utama dalam mengajar. Pendekatan pendidikan yang mengangkat budaya, bahasa, dan lingkungan sehari-hari dinilai jauh lebih efektif dan dekat dengan keseharian anak-anak.

“Kita sekarang menekankan pada kearifan lokal. Kearifan lokal ini menjadi jembatan untuk meningkatkan literasi dan numerasi. Matematika dan bilangan dasar itu sebenarnya sudah ada di tengah masyarakat lokal, dan ini yang bisa kita gunakan untuk mengajar anak-anak,” jelasnya. Mahasiswa pun diinstruksikan untuk proaktif mengidentifikasi dan mengolah data kearifan lokal tersebut menjadi media pembelajaran yang menarik.

Lebih lanjut, Dekan FKIP Uncen mengingatkan agar mahasiswa menyadari peran penting mereka bukan sekadar sebagai peserta KKN, melainkan sebagai wajah Universitas Cenderawasih di tengah masyarakat. “Semua ingat baik, kamu itu adalah utusan. Kamu adalah perwakilan dan duta dari lembaga pendidikan yang pergi untuk mencerdaskan,” tegas Dr. Yan.

KKN Mandiri FKIP Uncen ini dijadwalkan berlangsung selama tiga minggu, mulai tanggal 10 hingga 28 Agustus 2026. Para delegasi mahasiswa Uncen ini disebar ke berbagai titik strategis. Di Kabupaten Jayapura, mahasiswa ditempatkan di sembilan kampung, yaitu Kampung Dormena, Wambena, Tablasupa, Waiya, Yepase, Maribu, Waibron, Dosai, dan Sabron Sari. Sementara untuk wilayah Kabupaten Keerom, pengabdian difokuskan di Kampung Arso Kota, Kwimi, Ubiyau, Sangaria, dan Warbo.

Melalui program terintegrasi ini, Universitas Cenderawasih berharap kolaborasi antara inovasi digital dan pelestarian budaya lokal yang dibawa oleh mahasiswa dapat memberikan kontribusi nyata dalam menuntaskan persoalan literasi dan numerasi di tanah Papua. (Humas)

 

Loading