Warta Uncen

Mantan Gubernur Papua Kunjungi Uncen

Senin, 17 Juli 2023. Mantan Gubernur Papua Barnabas Suebu mengunjungi Universitas Cenderawasih diterima oleh Ketua Senat, Rektor, Kepala Bapika, Dekan Fakultas Hukum dan Kabiro BAUK serta beberapa pejabat di ruang VIP Gedung Rektorat.

Selama 2 jam pertemuan, kepada alumni Tahun 1976 yang sangat mengetahui sejarah berdirinya Uncen, Rektor Uncen Dr. Oscar O. Wambrauw, S.E., M.Sc. Agr  menyampaikan perkembangan terakhir Uncen memasuki usia ke-61 tahun. Rektor mengatakan bahwa Uncen sudah memiliki 9 Fakultas dengan berbagai program studi baik ilmu Sosial, Hukum, Pendidikan, Eksata, Perikanan dan Kelautan, Teknik serta Kesehatan. Pada tahun Akademik yang baru nanti, dibuka lagi satu program studi baru yang akan mengarah pada sebuah Fakultas Pertanian serta Status Uncen yang sudah naik tingkatan dari PTN Satker menjadi PTN BLU. jelasnya.

Mendengar penjelasan rektor, alumni Uncen yang memimpin Papua pada dua periode berbeda (1988-1993 Irian Jaya) dan tahun 2006-211 spontan menjabat tangan rektor seraya mengucapkan selamat dan terimakasih bahwa rencana membangun Fakultas Pertanian adalah hal yang baik dan penting selain dari 9 fakultas yang sudah ada.

Selanjutnya mantan gubernur Papua yang akrab disapa Bas Suebu menyampaikan maksud kedatangannya bertemu dengan pimpinan universitas. Ada 3 hal penting yang diutarakan oleh mantan Duta Besar Indonesia untuk Mexico ini berkaitan dengan pendidikan dan penerapannya di tanah Papua serta Launching sebuah buku hasil kajian dari beberapa universitas ternama di Indonesia tentang kasus hukum yang pernah dialiminya.

Tentang pendidikan dan penerapannya ada dua hal penting di situ. Menurut Bas Suebu bahwa di Universitas Cenderawasih perlu dibangun Papua Research Center sebagai wadah untuk mengkaji kekayaan Sumber Daya Alam dan Budaya di Papua yang mempunyai dampak yang besar bagi keberlangsungan hidup masyarakat asli Papua.

Papua Research Center ini juga bisa menjadi wadah bagi putera-puteri Papua yang telah menyelesaikan Pendidikan Doktor mereka yang dibiayai oleh pemerintah daerah. Ketika menjadi gubernur pada periode 2006-2011, Bas Suebu membuat terobosan dengan Program 1000 Doktor bagi anak-anak asli Papua. Menurutnya, mereka yang sudah menyelesaikan pendidikan itu harus kita berdayakan mereka dengan keilmuan yang dimiliki baik dari bidang ilmu sosial untuk meneliti keberagaman budaya dengan kehidupan sosial masyarakatnya untuk pengembangan SDM. Keilmuan di bidang Eksata untuk meneliti spesies tumbuhan yang beragam dengan banyak manfaatnya yang tersebar di seluruh tanah Papua ini.

Selain Papua Research Center, Bas Suebu juga membicarakan tentang Pendidikan Dasar dan Menengah yang masih perlu diberikan perhatian. Pemerataan pendidikan harus bisa diwujudkan sampai ke polosok daerah, karena yang masuk di Uncen berasal dari seluruh wilayah Papua. Sehingga Uncen sebagai Lembaga Pendidikan Tinggi tidak kesulitan dalam menghasilkan SDM yang siap dipakai pada dunia industri dan kerja.

Hal ketiga yang disampaikan oleh Bas Suebu bahwa ada sebuah buku yang merupakan hasil kajian ilmiah dari beberapa universitas tentang mengungkap kebenaran perkara hukum yang melibatkan namanya. Buku tersebut dalam proses penyelesaian penulisan dan akan diterbitkan pada bulan September. Bas Suebu menjelaskan bahwa kajian yang dilakukan sampai pada proses penulisan, dirinya dan keluarga maupun kuasa hukumnya tidak pernah dilibatkan. Jadi hal ini sungguh diluar dugaan, tuturnya.

Bas berkeinginan dalam peluncuran buku tersebut dapat dilakukan di Universitas Cenderawasih pada bulan Oktober nanti. Informasi yang didapatnya bahwa akan dilakukan di Jakarta, tapi dirinya meminta peluncuran sekaligus bedah buku dapat dilakukan di Jayapura.

Ketua Senat Uncen, Prof. Dr. B. Kambuaya, MBA menyambut baik 3 poin yang disampaikan oleh Bas Suebu. Uncen dalam status kelembagaan sudah menjadi PTN BLU, meski sudah punya LPPM harus memikirkan usulan sebuah Pusat Penelitian yang dinamakan Papua Research Center itu. Kemudian dengan pemekaran Provinsi Papua dengan beberapa DOB diharapkan pemerataan pendidikan bisa segera terwujud. Gubernur terpilih hasil pilkada nanti harus bisa memikirkan pengembangan SDM. Dan mengenai Launching buku, Uncen siap memfasilitasi waktu dan tempat. Bertepatan dengan menyongsong usia 61 Tahun, maka Agenda Launching dan Bedah Buku yang merupakan kajian ilmiah beberapa universitas ternama di Pulau Jawa bagi pemulihan nama baik alumni kita dan mantan pemimpin masyarakat Papua harus kita dukung pelaksanaannya, tegas Prof. Kambuaya. ***

(YT/NM)

Loading