Warta Uncen

Keberagaman Etnis Merupakan Kekuatan Pembangunan.

Memulai Semester Genap Tahun Akademik 2022/2023, FISIP Uncen melaksanakan Kuliah Umum bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Sosial dari Universitas Sains Malaysia dihadiri oleh semua pimpinan dan mahasiswa dari semua prodi di FISIP. Kuliah berlangsung di Aula FISIP pada hari Rabu, 15 Februari 2023.

Sebagai pembicara, Prof. Dr. Mohamad Shaharudin Samsurijan, Dean of School of Social Scinces USM menyampaikan materi melalui Zoom. Tema Kuliah Umum “Multiculturalisme of China India Malay in The Competition of Social, Economic and Culture. Perkuliahan ini menjelaskan bahwa keberagaman etnis hendaknya menjadi kekuatan bagi suatu negara, kekuatan satu etnis dapat diimbangi etnis lainnya dan menjadi kekuatan pembangunan dalam sektor ekonomi, sosial dan budaya termasuk pendidikan.

Prof. Mohamad menjelaskan bahwa di Malaysia, etnis China menguasai perekonomian namun dalam praktiknya etnis India yang menguasai pertanian dan etnis pribumi Malaysia yang menguasai sektor lainnya. Etnis pribumi tidak dipandang rendah tetapi saling berkontribusi sehingga mengurangi konflik untuk mencapai tujuan pembangunan di Malaysia.

Berdasarakan sistem yang dibangun di negaranya, pandangan Prof. Mohamad terhadap Papua dengan keberagaman etnis yang jumlahnya melebihi Malaysia adalah sebuah kekuatan bagi Papua menuju kesejahteraan. Etnis pribumi di Papua tetap harus dilibatkan pada sektor-sektor yang bisa memberikan kontribusi bagi pembangunan.

Drs. La Alimudin, M.Si., Ph.D (Chief Of Sociologyajor in FISIP) dan Dr. Drs. Avelinus Levaan,MS (Lecturer at Social Walfare Program in FISIP) merupakan Dua Dosen Senior FISIP Uncen menguatkan pendapat Prof. Mohamad, bahwa pentingnya multikulturalisme sebagai kekuatan pembangunan. Masyarakat pada suatu daerah atau negara yang multikultural adalah sebuah kekuatan dalam pembangunan.***

(yt)

Loading