Warta Uncen

KUNJUNGI UNCEN, MENTERI SOSIAL PERTAJAM RENCANA TINGKATKAN AKSESIBILITAS TRANSPORTASI PAPUA.

JAYAPURA (Minggu, 3 Oktober 2021) – Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini melakukan kunjungan ke Universitas Cenderawasih guna mematangkan rencana pemerintah mendorong pemberdayaan sosial dan pembangunan sumber daya manusia (SDM) Papua. Mensos mendorong penguatan kerjasama perguruan tinggi, yakni Institut Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) dengan Universitas Cenderawasih (Uncen). Pertemuan ini membicarakan rencana pengembangan pemberdayaan sosial, human development dan bantuan aksesibilitas transportasi di wilayah Papua.

Mantan wali Kota Surabaya ini mengungkapkan tantangan yang dihadapi masyarakat Papua, terutama masalah aksesibilitas. Dirinya menjajaki berbagai kemungkingan adanya dukungan teknologi dan peralatan dari para pakar di ITS. Beliau menambahkan bahwa ITS akan berkolaborasi dengan Universitas Cenderawasih papua untuk mewujudkan harapan tersebut.

“Selama ini masyarakat Papua sudah mahir membuat kapal, nantinyan Universitas Cenderawasih akan menyiapkan sumber daya, baik bahan maupun tenaga. Sementara ITS akan menyiapkan tenaga ahli perkapalan untuk bertukar pikiran dalam penyiapan kapal motor untuk masyarakat”, kata Risma.

Kolaborasi dua perguruan tinggi tersebut bakal menghasilkan kapal yang handal, dan bisa menjadi andalan transportasi masyarakat Papua.

Mensos menjelaskan peran strategis alat transportasi air berupa perahu, dikarenakan kondisi geografis Papua yang banyak dilalui sungai menjadi modal memperkuat akses transportasi warga. Mensos berpendapat, perlu perahu yang bisa memuat barang dengan kapasitas besar agar distribusi barang ke masyarakat dapat dilakukan secara efisien.

Risma menargetkan akan membuat 6 kapal untuk transportasi Papua tahun 2021. Jika ada perkembangan lain, bukan hanya Mamberamo Raya yang diselesaikan, tapi di Yahukimo, Bintuni dan beberapa daerah lainnya.

Tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas Provinsi Papua, Mensos juga menjelaskan pengembangkan alat  transportasi ini sebagai kesempatan bagi mahasiswa yang terlibat untuk meningkatkan keilmuannya.

“Ini memang sulit namun seperti kehidupan yang ketika kecil kita sulit untuk berjalan tapi pada akhirnya bisa berlari, maka dari itu kita harus mulai dari sekarang. Mahasiswa ini akan bisa survive  kalau mereka mengerti kondisi lapangan. Kalau hanya teori nanti tidak bisa merancangnya,” kata mantan Walikota Surabaya itu.

Usaha Kemensos ini tidak luput dari apresiasi tokoh agama setempat. Ketua Sinode Gereja Kristen Injil (GKI) Pdt. Andrikus Mofu, M.Th mengatakan alat-alat transportasi ini nantinya akan bermanfaat bagi rakyat Papua.

Mensos Risma berkeyakinan, langkah awal meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Papua adalah dengan meningkatkan aksesibilitas.  Jika aksesibilitas baik, maka akan mendorong penguatan aktivitas perekonomian yang pada gilirannya akan meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat setempat.

“Tindakan  selanjutnya juga akan disertai dengan pelatihan bagi masyarakat agar mereka juga makin mahir membuat kapal untuk modal transportasi sungai. Kita ingin hasil karya bersama ini bisa segera tuntas dan siap launching pada tanggal 17 Agustus 2022 mendatang, dimana kapal itu nanti akan lebih banyak untuk mengangkut barang”, ucap Risma ketika menutup pertemuan.

(Penulis : Nurtanti, Editor:  Helisa, Fotografer: Andre)

Loading