Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Cenderawasih (Uncen) memperingati Hari Kartini dengan menggelar kegiatan bernuansa kebangsaan yang melibatkan seluruh civitas akademika di lingkungan fakultas.
Peringatan yang berlangsung pada Selasa (21/4/2026) ini diisi dengan penggunaan pakaian Nusantara seperti kebaya, batik, tenun, songket, dan ulos oleh dosen serta tenaga kependidikan, tidak hanya dalam kegiatan seremoni tetapi juga saat proses belajar mengajar berlangsung. Hal ini menjadi simbol penghargaan terhadap keberagaman budaya sekaligus semangat emansipasi perempuan.
Kegiatan ini digagas oleh Meyland S. F Wambrauw, S.IP., M.Si. dan Apriani A. Amenes, S.Sos., M.Si. sebagai bentuk refleksi nilai-nilai perjuangan R.A. Kartini yang tetap relevan di era modern.
Meyland S. F Wambrauw, S.IP., M.Si. menyampaikan bahwa peringatan Hari Kartini tahun ini dilandasi oleh semangat pemberdayaan perempuan.
“Kami terinspirasi dari pemikiran bahwa empowered women empower the world. Ketika kita mendukung perempuan, berarti kita juga sedang mendukung kemajuan dunia,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini diinisiasi bersama rekan sejawat sebagai bentuk penguatan nilai kebersamaan di lingkungan akademik. Meski dilaksanakan secara sederhana, kegiatan tersebut mendapat respons positif dari seluruh civitas akademika.
Sementara itu, Wakil Dekan I FISIP Universitas Cenderawasih, Eduard M. J Kocu, M.Si, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan momentum penting dalam kepengurusan periode kedua pimpinan fakultas.
“Event hari ini merupakan kegiatan pertama dalam periode kedua kepemimpinan fakultas. Spirit utama yang ingin kita bangun adalah mengenang kembali perjuangan Kartini dalam memperjuangkan kesetaraan perempuan,” ungkapnya.
Ia menekankan bahwa dalam konteks dunia kerja dan akademik saat ini, perempuan dan laki-laki merupakan mitra strategis yang harus berjalan secara kolaboratif.
“Perempuan dan laki-laki adalah partner strategis. Kita bekerja secara kolaboratif dan sinergis untuk mencapai tujuan organisasi dan tujuan akademik sesuai visi dan misi fakultas,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa seluruh unsur dalam organisasi merupakan satu kesatuan yang setara dan saling membutuhkan.
“Kita melihat bahwa tidak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah. Semua setara dan saling melengkapi. Perempuan memiliki peran penting dan sejajar dalam mencapai tujuan strategis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik,” tambahnya.
Dekan FISIP Universitas Cenderawasih, Dr. Marlina Flassy, S.Sos., M.Hum., Ph.D., memberikan apresiasi atas inisiatif yang dilakukan oleh para dosen dan tenaga kependidikan dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut.
Dalam pesannya, Dekan menegaskan bahwa perjuangan R.A. Kartini terus menjadi inspirasi bagi perempuan, khususnya di lingkungan akademik dan di Tanah Papua.
“Perempuan saat ini bukan lagi hanya berperan di ranah domestik. Perempuan adalah sosok yang mampu berkontribusi dalam berbagai bidang, seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi, politik, hingga sosial budaya,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya peran perempuan sebagai mitra sejajar dalam pembangunan serta sebagai agen perubahan bagi generasi muda.
“Kami mengajak seluruh perempuan, khususnya generasi muda Papua, untuk terus semangat, percaya diri, dan berani mengambil peran dalam pembangunan. Perempuan adalah pribadi yang hebat dan memiliki potensi besar untuk membawa perubahan,” lanjutnya.
Dukungan terhadap kegiatan ini juga disampaikan oleh salah satu dosen Program Studi Ilmu Administrasi Publik, Mulyati, S.AP., M.AP., yang turut berpartisipasi dengan mengenakan pakaian adat.
“Hari ini saya menggunakan busana Baju Bodo dari Sulawesi Selatan, sesuai dengan asal daerah saya. Momentum Hari Kartini ini sangat luar biasa, karena menjadi ruang untuk mendukung perempuan agar terus maju dan berkembang, khususnya melalui dunia akademik,” ujarnya.
Ia menilai kegiatan ini sebagai langkah positif dalam mendorong perempuan untuk lebih percaya diri dan berdaya saing, tidak hanya di tingkat kampus tetapi juga di tingkat global.
“Kami berharap ke depan perempuan-perempuan semakin cerdas, berkembang, dan mampu memberikan kontribusi nyata, tidak hanya di lingkungan Universitas Cenderawasih, tetapi juga di tingkat dunia,” tambahnya.
Melalui peringatan Hari Kartini ini, FISIP Universitas Cenderawasih berharap nilai-nilai perjuangan Kartini terus hidup dan menjadi inspirasi, khususnya bagi perempuan di Tanah Papua, untuk terus berkarya, berdaya, dan mengambil peran strategis dalam pembangunan.
*Fisip/Humas Uncen*
![]()