Jayapura, 8 Juni 2026 — Unit Penunjang Akademik (UPA) Pengembangan Karir dan Wirausaha Universitas Cenderawasih (UNCEN) menggelar Booster Session sebagai bagian dari program penguatan kapasitas kewirausahaan mahasiswa. Kegiatan yang menghadirkan tokoh-tokoh muda Papua inspiratif ini dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor III Universitas Cenderawasih Dr. Septinus Saa, S.Sos., M.Si. dan diikuti oleh 50 tim wirausaha mahasiswa yang berasal dari 9 fakultas di lingkungan Universitas Cenderawasih. Kegiatan berlangsung di Ballroom GrandAbe Hotel, senin 08/06/2026

Selain mahasiswa, kegiatan ini juga dihadiri oleh para Wakil Dekan III bidang Kemahasiswaan, dosen pendamping kewirausahaan, serta pengelola program kemahasiswaan yang turut memberikan dukungan terhadap pengembangan ekosistem kewirausahaan di lingkungan kampus.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor III Universitas Cenderawasih menegaskan pentingnya membangun jiwa kewirausahaan mahasiswa yang mampu mengoptimalkan potensi lokal Papua sebagai sumber inovasi dan peluang usaha.

“Mahasiswa tidak hanya dipersiapkan menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta lapangan kerja. Papua memiliki kekayaan sumber daya alam, budaya, dan kearifan lokal yang dapat dikembangkan menjadi usaha yang inovatif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami berharap lahir wirausahawan muda yang mampu menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi daerah,” ujarnya.
Booster Session menjadi ruang belajar dan berbagi pengalaman bagi mahasiswa untuk memahami bagaimana peluang usaha dapat dikembangkan dari kekayaan sumber daya alam, budaya, dan kearifan lokal Papua. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong lahirnya inovasi kewirausahaan yang mampu menjawab berbagai tantangan sosial, ekonomi, dan lingkungan di Papua.

Pada sesi pertama, Yohana Yokbeth Tarkuo, Direktur Badan Usaha Milik Masyarakat Adat (BUMMA) Namblong, membawakan materi bertajuk Pemberdayaan Sumber Daya Alam dan Ekonomi Masyarakat Adat Berbasis Kearifan Lokal Papua. Ia menjelaskan pentingnya pelibatan masyarakat adat dalam pengelolaan sumber daya alam agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat setempat.
Sesi berikutnya menghadirkan Usilina Epa, Owner Resto Isasai, yang membawakan materi mengenai Pangan Lokal Papua, Kuliner Tradisional dan Peluang Bisnis Berkelanjutan. Ia menekankan bahwa pangan lokal Papua memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk kuliner yang bernilai ekonomi tinggi.
Sementara itu, Michael J. Yarisetouw, CEO Festival Colo Sagu, mengajak mahasiswa untuk memanfaatkan kreativitas dalam mengembangkan ekonomi kreatif berbasis sagu melalui materi Sagu, Kreativitas Anak Muda dan Pengembangan Ekonomi Kreatif Papua.

Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Mahasiswa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggali pengalaman para narasumber terkait tantangan, strategi, dan peluang dalam membangun usaha di Papua.
Melalui kegiatan Booster Session ini, UPA Pengembangan Karir dan Wirausaha UNCEN berharap dapat menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan mahasiswa sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang mampu menciptakan solusi inovatif berbasis potensi lokal untuk mendukung pembangunan Papua yang berkelanjutan. AAA

![]()
