Universitas Cenderawasih melaksanakan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Jalur Mandiri Seleksi Bersama (JMSB) Tahun 2026 yang diikuti oleh 3.700 peserta dan tersebar di enam wilayah di Papua.

Hal tersebut disampaikan Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Cenderawasih, Dr. Dirk Y. P. Runtuboy, S.Pd., M.Kes., didampingi Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK), Chris Jan Rumsano, S.Pd., M.Si., dalam konferensi pers yang berlangsung di Rektorat Universitas Cenderawasih, Selasa (9/6/2026).
Dalam keterangannya, Dr. Dirk Y. P. Runtuboy menyampaikan bahwa JMSB merupakan jalur seleksi mandiri yang diselenggarakan Universitas Cenderawasih setelah pelaksanaan Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). Tahun ini jumlah peserta mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Pelaksanaan ujian di Kota Jayapura berlangsung selama lima hari, mulai 9 hingga 13 Juni 2026. Sementara itu, pelaksanaan ujian di wilayah Biak Numfor, Nabire, Timika, Kepulauan Yapen (Serui), dan Merauke dilaksanakan secara serentak pada 11 Juni 2026.
Untuk lokasi ujian, Universitas Cenderawasih menyiapkan sejumlah pusat pelaksanaan, yakni UPT Komputer Kampus Uncen Waena dan Laboratorium Komputer Fakultas Ekonomi dan Bisnis Uncen di Jayapura, SMA Negeri 1 Biak Numfor, SMA Negeri 1 Nabire, SMA Negeri 1 Mimika, SMA Negeri 1 Serui, serta KPG Merauke.

Berdasarkan data panitia, jumlah peserta terbanyak berasal dari Kota Jayapura dengan total 3.037 peserta. Sementara itu, peserta di Biak Numfor sebanyak 147 orang, Nabire 286 orang, Timika 143 orang, Serui 61 orang, dan Merauke 26 orang.
Terkait program studi yang paling diminati, beberapa program studi yang hingga kini masih menjadi pilihan utama calon mahasiswa antara lain Program Studi Farmasi, Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), Akuntansi, Teknik Sipil, Teknik Pertambangan, Pendidikan Bahasa Inggris, serta Hubungan Internasional pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).
Menurutnya, tingginya minat peserta terhadap program-program studi tersebut menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan yang diselenggarakan Universitas Cenderawasih.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa daya tampung Universitas Cenderawasih pada tahun akademik 2026 sekitar 5.300 mahasiswa. Saat ini, melalui jalur SNBP dan SNBT telah diterima lebih dari 2.000 calon mahasiswa. Hasil seleksi JMSB nantinya akan melengkapi kebutuhan penerimaan mahasiswa baru sesuai daya tampung yang tersedia pada masing-masing program studi.
Mengenai komposisi penerimaan mahasiswa Orang Asli Papua (OAP) dan non-OAP pada jalur mandiri, Dr. Dirk menegaskan bahwa seleksi tetap mengedepankan standar akademik yang telah ditetapkan universitas.
“Kami memiliki nilai ambang batas atau passing grade yang harus dipenuhi peserta. Setelah itu, aspek pemerataan dan keterwakilan wilayah juga menjadi pertimbangan, tanpa mengabaikan standar akademik yang berlaku,” jelasnya.

Universitas Cenderawasih, lanjutnya, berkomitmen untuk terus membuka akses pendidikan tinggi yang berkualitas bagi seluruh masyarakat Papua dan Indonesia melalui proses seleksi yang objektif, transparan, dan akuntabel.
Sementara itu, hasil seleksi JMSB Universitas Cenderawasih Tahun 2026 rencananya akan diumumkan pada 20 Juni 2026, apabila tidak ada perubahan jadwal yang ditetapkan oleh panitia pelaksana. (Nav)

![]()
