JAYAPURA, – Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Cenderawasih (FKM Uncen) melalui Himpunan Mahasiswa Jurusan Promosi Kesehatan (HMJ Promkes) resmi memulai kegiatan pengabdian masyarakat dalam skema Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPKO/PPK Ormawa). Pembukaan kegiatan ini dilaksanakan di Balai Kampung Yoka pada Rabu (10/06/2026).
Acara ini dihadiri langsung oleh Wakil Dekan III FKM Uncen, Sherly M. Mamoribo, SKM, M.Kes., Kepala Pemerintahan Kampung (KPK) Yoka, Antonius Mebri, serta Stakeholder dari Puskesmas Kampung Yoka. Turut hadir pula Kepala Sekolah SMP N 7 Yoka Pantai, perwakilan pihak gereja, tokoh adat, tokoh pemuda Rahel Olua, kader Posyandu Ibu Ribka Olua,dan masyarakat serta puluhan mahasiswa FKM Uncen didampingi , bpk. Galio, R. D. Burdames, SKM., MKM selaku dosen pendamping. Kehadiran berbagai elemen lintas sektor ini menegaskan komitmen bersama dalam menyukseskan program kesehatan di Kampung Yoka.

Dalam sambutannya, Wakil Dekan III FKM Uncen, Sherly M. Mamoribo, SKM, M.Kes., menyampaikan bahwa program ini merupakan agenda nasional di bawah naungan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemendikbudristek yang dikelola oleh universitas. Selama kurang lebih empat bulan ke depan, para mahasiswa akan melekat dan mendampingi masyarakat di Kampung Yoka.

“Selain menjalankan program utama, mahasiswa kami juga siap membantu menyukseskan program-program yang ada di kampung maupun puskesmas. Namun, fokus utama kita adalah bagaimana membawa anak-anak remaja di Kampung Yoka untuk lebih memahami apa itu HIV/AIDS, bagaimana mengikis stigma negatif terhadap penderitanya, serta bagaimana melakukan pencegahan dini,” ujar Sherly.

Beliau juga menegaskan bahwa FKM Uncen menginginkan dampak jangka panjang dari program ini, bukan sekadar pemenuhan formalitas akademis.
“Kerinduan kami, program ini tidak berhenti begitu saja saat mahasiswa pulang. Kami ingin melihat sejauh mana partisipasi remaja, tenaga kesehatan, gereja, dan adat berkolaborasi membangun kampung ini agar lebih maju dan sehat. Kampung Yoka harus menjadi contoh bagi kampung-kampung lainnya di Kota Jayapura,” tambahnya optimis.
Sambut baik datang dari Kepala Pemerintahan Kampung Yoka, Antonius Mebri. Ia mengakui bahwa edukasi mengenai HIV/AIDS sangat mendesak mengingat isu ini sering kali masih dianggap tabu oleh masyarakat, padahal pola hidup dan pergeseran sosial di perkotaan sangat memengaruhi risikonya.

“Di Kota Jayapura saat ini terjadi peningkatan angka anak jalanan, fenomena broken home, dan putus sekolah. Ini semua adalah kelompok yang rentan terhadap penularan HIV/AIDS. Perilaku ini sebenarnya berawal dari rumah, di mana orang tua memiliki peran vital dalam membentuk karakter anak. Kami sangat berterima kasih atas inisiatif mahasiswa Uncen yang mau memulai langkah pencegahan ini dari akarnya,” kata Antonius.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemerintah Kampung Yoka menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi para mahasiswa selama masa pengabdian, termasuk menyediakan gedung sekolah minggu sebagai posko tempat tinggal jika diperlukan, Pihak kampung berkoordinasi dengn pihk gereja terkait tempat tinggal.

Acara puncak pembukaan kegiatan ini ditandai dengan penandatanganan Lembar Komitmen “Program Sobat HIV” (Remaja Peduli HIV/AIDS) yang dilakukan bersama oleh pihak FKM Uncen dan Pemerintah Kampung Yoka. Komitmen tertulis ini menjadi simbol sinergi kuat untuk mewujudkan generasi muda Kampung Yoka yang cerdas, sehat, dan bebas dari ancaman HIV/AIDS.
Kegiatan audiensi dan pembukaan ini kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai dokumentasi awal dari kolaborasi pengabdian masyarakat yang inspiratif ini. ( PW , Ed ; Flora Ohee )

![]()
