JAYAPURA, UNCEN – Program Pascasarjana Universitas Cenderawasih (Uncen) kembali mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul di level akademik tertinggi. Kali ini, Wakil Gubernur Provinsi Papua periode 2025–2030, Aryoko Alberto Ferdinand Rumaropen, sukses meraih gelar Doktor pada Program Studi Ilmu Sosial, Bidang Kajian Ilmu Pemerintahan.
Gelar bergengsi tersebut diraihnya usai berhasil mempertahankan disertasi dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor yang digelar pada Rabu,12/3/2026, pukul:14.00 Wit, bertempat di Auditorium Tembagapura Pusat Sains dan Kemitraan Freeport, Jayapura.

Sidang terbuka ini dipimpin langsung oleh Rektor Universitas Cenderawasih,Prof. Dr. Oscar Oswald O. Wambrauw, S.E., M.Sc.Agr. Dalam ujian tersebut, Promovendus Aryoko mengangkat disertasi berjudul “Rekonstruksi Model Optimalisasi Tata Kelola Beasiswa Afirmasi Provinsi Papua”. Pemilihan topik ini dinilai sangat relevan dengan rekam jejak birokrasinya yang kental, di mana ia pernah menjabat sebagai Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Papua, sehingga memiliki pemahaman mendalam terkait strategi pengembangan kapasitas manusia di Bumi Cenderawasih.
Penulisan disertasi ini dibimbing oleh tim promotor handal, yakni Prof. Dr. Drs. Akbar Silo, MS selaku Ketua, didampingi oleh Co-Promotor Prof. Vince Tebay, S.Sos., M.Si., dan Dr. Yustus Pondayar, S.H., M.Hum.

Di hadapan tim penguji yang terdiri dari sembilan akademisi pakar, Aryoko tampil meyakinkan. Salah satu momen krusial terjadi saat sesi tanya jawab dan klarifikasi bersama penguji internal, Prof. Dr. Drs. Akhmad, M.Hum. Beliau menyoroti esensi pemerataan dengan melontarkan pertanyaan tajam: Apakah model optimalisasi tata kelola beasiswa afirmasi ini mampu memberikan keadilan bagi semua anak Papua dengan latar belakang tradisi dan budaya yang berbeda, mulai dari kawasan pegunungan, lembah, hingga pesisir pantai?
Menanggapi hal tersebut, Aryoko memberikan jawaban yang taktis dan komprehensif. “Kami akan melakukan hal tersebut, dan implementasinya akan kami sesuaikan dengan potensi lokal masing-masing daerah, baik itu di kawasan gunung, lembah, maupun pantai,” tegas Aryoko di hadapan para penguji.

Selain Prof. Akhmad, jajaran penguji internal lainnya meliputi Prof. Julius Ary Mollet, S.E., MBA., MTDev, Ph.D., Dr. Frans A. Asmuruf, M.Si., Dr. Yan Dirk Wabiser, S.Pd., M.Hum., dan Dr. John J. Boekorsjom, M.Si. Sidang ini juga menghadirkan penguji eksternal, Dr. Muhammad Ihsan Maro, S.Ag., M.Si., Wakil Rektor Institut Teknologi Sains dan Bisnis Muhammadiyah Selayar, Guna memastikan standar akademik disertasi yang dihasilkan. Aryoko berhasil menjawab seluruh pertanyaan dari kesembilan penguji tersebut dengan sangat baik.
Usai sesi ujian yang berlangsung hangat namun tetap menjunjung tinggi marwah akademik, hasil penilaian pun dibacakan oleh Ketua Tim Promotor, Prof. Dr. Drs. Akbar Silo, MS. Melalui yudisium tersebut, ditetapkan bahwa Aryoko Alberto Ferdinand Rumaropen dinyatakan LULUS dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,90 dan berhak menyandang predikat Sangat Memuaskan.

Pencapaian akademik tertinggi ini diharapkan menjadi landasan kuat bagi Aryoko dalam menjalankan tugasnya sebagai Wakil Gubernur mendampingi Gubernur Mathius Derek Fakhiri. Sebagai kader Partai Demokrat yang maju dengan visi “Papua Cerah” (Cerdas, Sejahtera, dan Harmoni), rekonstruksi tata kelola beasiswa ini diyakini akan menjadi pilar penting bagi kemajuan pendidikan di Papua.
Sidang promosi doktor ini tidak hanya menjadi perayaan akademik, tetapi juga ajang silaturahmi para tokoh penting. Turut hadir menyaksikan momen bersejarah ini antara lain Ketua DPR Papua, Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP), Kepala Kanwil Kemenkumham Papua, para Rektor dari berbagai universitas negeri dan swasta se-Tanah Papua, serta jajaran pimpinan dan civitas akademika Universitas Cenderawasih. (PW/SS, Ed: Flora Ohee)

![]()