JAYAPURA – Universitas Cenderawasih (Uncen) kembali mencetak generasi unggul dengan mengukuhkan sebanyak 1.499 lulusan pada Rapat Senat Terbuka dalam rangka Wisuda Periode III Tahun 2026. Acara yang berlangsung khidmat di Auditorium Uncen pada Kamis (20/8/2026) ini mencakup lulusan dari jenjang Program Doktor, Magister, Sarjana, hingga Diploma.
Ribuan lulusan tersebut berasal dari sembilan fakultas dan Program Pascasarjana. Secara keseluruhan, Uncen meluluskan 12 orang Doktor (S3), 209 orang Magister (S2), 1.252 orang Sarjana (S1), dan 26 orang Diploma Tiga (D3).
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) 394 lulusan,Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) 247 lulusan,Fakultas Hukum (FH) 216 lulusan,Fakultas Teknik (FT) 200 lulusan,Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) 123 lulusan,Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) 101 lulusan,Fakultas Kedokteran (FK) 86 lulusan,Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) 72 lulusan,Program Pascasarjana 38lulusan,Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) 22 lulusan
Berdasarkan data Bagian Pendidikan per Agustus 2026, dengan bertambahnya lulusan pada periode ini, Uncen tercatat telah menghasilkan sebanyak 98.992 alumni sejak berdiri pada tahun 1962.

Wakil Rektor I Bidang Akademik Uncen, Dr. Dirk Runtuboy, yang hadir mewakili Rektor Uncen, menyampaikan apresiasi atas pencapaian akademik para wisudawan. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya perpaduan antara kecerdasan dan integritas.
“Kecerdasan pada kalian harus dilapisi dengan integritas tinggi. Kecerdasan tanpa integritas dapat menjadi persoalan, tetapi ilmu pengetahuan yang disertai integritas akan menjadi kekuatan untuk membangun masyarakat,” ujar Dr. Dirk.
Lebih lanjut, ia menegaskan posisi strategis Uncen dalam pembangunan Papua. Perguruan tinggi tidak boleh hanya berada di menara gading, melainkan harus hadir sebagai solusi nyata bagi persoalan masyarakat Papua, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga tata kelola pemerintahan. Guna menopang tridharma perguruan tinggi, saat ini Uncen didukung oleh kekuatan SDM yang terdiri dari 838 dosen ASN, 79 dosen PPPK, 239 tenaga kependidikan ASN, serta 345 tenaga kependidikan PPPK.

Sebagai langkah nyata peningkatan mutu akademik institusi, pada kesempatan yang sama Uncen juga secara resmi memperkenalkan lima tenaga pendidik yang baru saja merampungkan studi doktoral (S3) dengan prestasi membanggakan:
Dr. Anthonius Ho Citra Wijaya (FEB) – Lulusan S3 Akuntansi Universitas Gadjah Mada dengan predikat Sangat Memuaskan.
Dr. Ramasoyan Arung Lamba (FEB) – Lulusan S3 Akuntansi Universitas Airlangga dengan IPK 3,70 (Sangat Memuaskan).
Dr. Erik Christian Wayangkau (FKM) – Lulusan S3 Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro (IPK 3,92, Cum Laude).
Dr. Pahala Tua Hutajulu (FKIP) – Lulusan S3 Ilmu Pendidikan Jasmani Universitas Negeri Jakarta (IPK 3,91, Cum Laude).
Dr. Felix Reba (FMIPA) – Lulusan S3 Ilmu Matematika bidang Komputasi Universitas Airlangga (IPK 3,96, Cum Laude).
“Kehadiran para doktor baru ini adalah bukti nyata komitmen Universitas Cenderawasih dalam meningkatkan kualitas dosen. Kita percaya bahwa investasi pada sumber daya manusia adalah investasi masa depan bagi Uncen dan Tanah Papua,” tegas Dr. Dirk.
Wisuda kali ini terasa semakin emosional dengan disampaikannya pidato perpisahan oleh Guru Besar Uncen, Prof. Dr. Balthasar Kambuaya, MBA., yang akan mengakhiri masa tugasnya pada 9 September 2026 di usia 70 tahun. Dedikasi beliau selama 46 tahun untuk Uncen telah menorehkan banyak sejarah emas, termasuk menjabat sebagai Pembantu Dekan, Dekan, Rektor selama dua periode, hingga memegang posisi sebagai Ketua Senat.

Dalam pesan penutupnya, Prof. Balthasar mengingatkan para lulusan untuk terus belajar dan beradaptasi. “Keluar dari Universitas Cenderawasih, saudara menjaga nama lembaga ini. You have to make a difference. Harus buat perbedaan itu, dan jaga integritas diri untuk tetap bekerja dengan baik di masyarakat,” pesannya.
Kepada jajaran pimpinan dan seluruh civitas akademika Uncen, beliau berpesan agar menjalankan tugas pengabdian dengan hati yang melayani. Beliau juga kembali menegaskan pentingnya menjaga persatuan di lingkungan kampus dan menolak segala bentuk pengkotak-kotakan berdasarkan suku, agama, maupun kelompok.
“Ini Universitas Cenderawasih. Tempat berkumpul orang-orang pintar dan hebat. Kita perlu terus menjaga persatuan dan kesatuan untuk bisa membangun lembaga ini dengan baik ke depan,” pungkasnya, menutup perjalanan panjang pengabdiannya di kampus tercinta.
Wisuda Periode III Tahun 2026 sekaligus menjadi momentum bagi Uncen untuk menegaskan perannya dalam mencetak sumber daya manusia yang adaptif, inovatif, berdaya saing, serta memiliki kepedulian terhadap pembangunan masyarakat dan Tanah Papua. (Humas)
![]()
