JAYAPURA – Dalam rangka memeriahkan rangkaian peringatan Dies Natalis ke-64, Universitas Cenderawasih (Uncen) menggelar Pelatihan Penulisan Berita dan Fotografi Jurnalistik. Kegiatan yang diinisiasi oleh Bagian Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat (Humas) Uncen ini berlangsung di Grand Abe Hotel, Jayapura, pada Rabu (14/10/2026).
Pelatihan ini diikuti oleh puluhan peserta yang mewakili berbagai elemen sivitas akademika, mulai dari mahasiswa, dosen, hingga tenaga kependidikan (tendik). Para peserta merupakan perwakilan dari 9 fakultas, 1 program pascasarjana, 6 Unit Pengembangan Akademik (UPA), 2 lembaga, serta berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di lingkungan Universitas Cenderawasih.

Guna memberikan pemahaman yang komprehensif, Uncen menghadirkan dua jurnalis senior dari Cenderawasih Pos (Cepos) sebagai narasumber. Materi dasar-dasar penulisan berita disampaikan oleh Agung Trihandono, sementara teknik dan praktik fotografi jurnalistik dibawakan oleh Abdel Gamel Naser.
Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Biro Perencanaan, Kerja Sama, dan Hubungan Masyarakat Uncen, Marthinus M. Itaar, S.H., M.A.P., serta Ketua Panitia Dies Natalis ke-64 Uncen, Eduard Metusala Johanis Kocu, M.Si.
Ketua Panitia Pelaksana, Andre Ales Ayorbaba, S.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kemampuan sivitas akademika dalam mengolah dan mendokumentasikan informasi kegiatan kampus.

“Melalui pelatihan ini, kita berharap dapat meningkatkan keterampilan dalam menghasilkan informasi dan dokumentasi yang berkualitas, informatif, dan bertanggung jawab. Hal ini sangat penting untuk mendukung publikasi, dokumentasi, serta penyebarluasan informasi akademik maupun kelembagaan, yang pada akhirnya akan memperkuat citra positif Universitas Cenderawasih di tengah masyarakat,” ujar Andre.
Acara ini dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama, Dr. Basir Rohrohmana, S.H., M.Hum. Dalam sambutannya, ia memberikan apresiasi kepada pihak panitia penyelenggara dan menekankan pentingnya esensi dari keilmuan jurnalistik di era digital.

“Hal terpenting dari pelatihan ini adalah bagaimana kita bisa menemukan jiwa kritis, objektivitas, dan independensi terhadap apa yang kita tulis maupun potret. Persoalan jurnalistik saat ini sering kali terbentur pada masalah kepercayaan masyarakat atau trust and distrust information. Kita harus mampu menguji kebenaran informasi agar tidak terjebak pada hoaks atau misrepresentasi,” tegas Dr. Basir.
Lebih lanjut, Wakil Rektor IV mengajak seluruh peserta untuk menjadi agen kehumasan di unit kerjanya masing-masing. Dengan tingginya daya serap informasi masyarakat di era digitalisasi, keberadaan literasi media yang baik di tingkat program studi, fakultas, hingga UPA menjadi sangat krusial. Media, menurutnya, kini telah menjelma menjadi kekuatan keempat (the fourth estate) yang sangat berpengaruh di dunia.
Menutup sambutannya, Dr. Basir Rohrohmana juga mengingatkan tentang pentingnya peningkatan kompetensi sebagai modal utama menghadapi masa depan.
“Hidup kita ke depan sebagai bangsa, institusi, maupun pribadi tidak mungkin hanya bergantung pada sumber daya alam yang terus dikeruk. Kehidupan masa depan tidak hanya ditentukan oleh sumber daya (by resources), melainkan oleh kompetensi (by competence). Kompetensi itulah yang lebih penting dari segalanya,” pungkasnya.

Melalui pelatihan ini, diharapkan para peserta tidak hanya mendapatkan tambahan pengetahuan teoretis, tetapi juga menguasai keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan untuk mendukung sistem publikasi dan komunikasi Universitas Cenderawasih yang lebih unggul. (Humas Uncen)
![]()
