Tingkatkan Kapasitas Pemetaan, FMIPA Uncen Gandeng WRI Indonesia Gelar Pelatihan SIG

bnr-arrow-1-1.png

Dalam upaya meningkatkan kualitas lulusan dan kapasitas sivitas akademika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Cenderawasih (Uncen) bekerja sama dengan World Resources Institute (WRI) Indonesia menyelenggarakan Pengembangan Kapasitas melalui Pelatihan Sistem Informasi Geografis (SIG) Tingkat Dasar. Kegiatan ini bertempat di Lab Komputer Sistem Informasi dan berlangsung pada 7-9 Oktober 2026.

Kegiatan ini dibuka secara resmi pada Rabu (7/10/2026) oleh Wakil Dekan II FMIPA Uncen, Dr. Ervina Indrayani, S.Si., M.Si., dengan dihadiri oleh pimpinan dan tim ahli dari WRI Indonesia, Ketua Jurusan Sistem Informasi, Dr. Mingsep Rante Sampebua, ST., MT., beserta jajaran, tenaga kependidikan, serta mahasiswa peserta pelatihan.

Dalam sambutannya, Dr. Ervina Indrayani menekankan bahwa penguasaan data spasial dan informasi berbasis pemetaan saat ini memegang peranan yang sangat krusial. Pemetaan dinilai esensial untuk mendukung berbagai sektor vital, mulai dari perencanaan wilayah, pengelolaan sumber daya alam, konservasi lingkungan, hingga mitigasi bencana.

“Papua, dengan kekayaan alam dan karakteristik geografisnya yang unik, membutuhkan pengelolaan yang berbasis data akurat dan sains yang kuat. Oleh karena itu, penguasaan terhadap Sistem Informasi Geografis (SIG) bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan sebuah kompetensi dasar yang wajib dimiliki oleh lulusan dan akademisi masa kini,” ujar Dr. Ervina.

Ia menegaskan, komitmen FMIPA Uncen melalui kegiatan ini adalah memastikan para mahasiswa tidak hanya mendapatkan bekal teori di dalam ruang kelas, tetapi juga menguasai keterampilan praktis (hard skills) yang siap diaplikasikan langsung di dunia kerja dan riset nyata.

FMIPA Uncen turut memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada WRI Indonesia selaku mitra penyelenggara. WRI dikenal baik di tingkat nasional maupun global sebagai lembaga riset independen yang berdedikasi pada keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan manusia. Kerja sama ini dipandang sebagai peluang emas bagi perguruan tinggi untuk menyerap ilmu, metodologi, dan praktik terbaik langsung dari pakarnya.

“Kami berharap kolaborasi berharga ini dapat terus berlanjut di masa depan melalui program-program strategis lainnya bersama WRI,” tambah Dr. Ervina.

Menutup arahannya, Wakil Dekan II berpesan kepada seluruh mahasiswa peserta untuk menyerap ilmu sebanyak mungkin, aktif berdiskusi, dan berani mengeksplorasi materi pelatihan.

“Pelatihan tingkat dasar ini adalah fondasi. Dari sinilah kalian akan membangun keahlian yang lebih tinggi untuk berkontribusi bagi pembangunan tanah Papua dan Indonesia,” pungkasnya sekaligus meresmikan pembukaan kegiatan pelatihan.

Dukungan serupa juga disampaikan oleh Briantama Asmara, Ketua Tim sekaligus Ecological Knowledge and Sustainable Landscape Specialist WRI Indonesia Program Papua. Ia menjelaskan bahwa kolaborasi WRI Indonesia dengan Uncen yang telah terjalin sejak 2019 ini bertujuan untuk mendukung kebijakan berbasis bukti di Tanah Papua.

“Pelatihan SIG dengan FMIPA ini merupakan salah satu upaya kami untuk meningkatkan kapasitas institusi universitas, yang nantinya menghasilkan lulusan muda yang berkualitas dalam pemetaan dan lanskap di Tanah Papua. FMIPA memiliki jurusan-jurusan berbasis sains yang sangat relevan dan dapat diperkuat dengan kemampuan teknis SIG, seperti jurusan biologi, sistem informasi, ilmu kelautan, statistika, dan geofisika. Kebutuhan teknis SIG ini masih diperlukan, namun sumberdaya terampil masih cukup rendah,” jelas Briantama.

Briantama juga memuji antusiasme dan semangat mahasiswa selama pelatihan berlangsung. Menurutnya, mahasiswa dapat mengikuti materi dengan baik dan mampu menghasilkan peta secara mandiri, sehingga kemampuan teknis mereka meningkat signifikan.

“Setelah pelatihan ini, harapannya mahasiswa dapat bereksplorasi dan mengulang kembali hal-hal dasar yang telah diajarkan. Beberapa mahasiswa sudah mengutarakan untuk aplikasi lanjutan, seperti pembuatan WebGIS dan analisis penginderaan jauh,” tambahnya.

Merespons antusiasme peserta yang sangat baik, WRI Indonesia merencanakan penyelenggaraan pelatihan tingkat lanjutan di Uncen pada masa mendatang. Sebagai bentuk pendampingan berkelanjutan, WRI juga memfasilitasi ruang diskusi. “Selain pelatihan, kami membuka ruang konsultasi terkait teknis pemetaan. Mahasiswa dan sivitas akademika dapat langsung mengunjungi kantor kami di Lantai 2 LPPM Uncen,” tutup Briantama.

Kehadiran program kolaboratif ini diharapkan dapat mencetak ahli-ahli pemetaan muda dari Universitas Cenderawasih yang kompeten dan siap mengawal pembangunan berkelanjutan, khususnya di Tanah Papua. **Humas

Loading

Tags: