Universitas Cenderawasih Gelar Kuliah Umum: Penguatan Integritas dan Aksi Antikorupsi di Perguruan Tinggi Bersama KPK

bnr-arrow-1-1.png

JAYAPURA – Universitas Cenderawasih (UNCEN) menyelenggarakan kuliah umum bertema “Penguatan Integritas dan Aksi Antikorupsi pada Perguruan Tinggi” yang dilaksanakan di Auditorium Universitas Cenderawasih, Jumat (17/7). Kegiatan ini menekankan pentingnya peran strategis kampus sebagai benteng moral sekaligus pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang berintegritas.

Kuliah umum ini menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam membangun budaya integritas di kalangan mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan. Pendidikan karakter, sosialisasi, serta penguatan sistem pengawasan internal menjadi strategi utama untuk mencegah praktik korupsi sejak dini.

Mewakili Rektor Universitas Cenderawasih, Dr. Ferdinand Risamasu, S.E., M.Sc., Agr., dalam sambutannya menyampaikan bahwa UNCEN berkomitmen penuh untuk tidak hanya mencetak lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga berintegritas tinggi.

“Kuliah umum ini adalah bagian dari upaya kami membangun budaya antikorupsi di lingkungan kampus. Perguruan tinggi bukan hanya tempat mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga wadah untuk membangun karakter moral, etika, serta kepemimpinan bangsa dan akademisi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Dr. Ferdinand menegaskan bahwa integritas harus menjadi budaya organisasi yang hidup di lingkungan universitas. Kecerdasan tanpa integritas dinilai hanya akan menjadi ancaman bagi bangsa. Oleh karena itu, pembangunan sumber daya manusia tidak cukup sekadar mengejar keunggulan akademik, tetapi harus berlandaskan nilai kejujuran, tanggung jawab, keberanian, serta kemampuan menolak segala bentuk penyimpangan.

“Kehadiran Bapak Ketua KPK beserta rombongan di UNCEN merupakan suatu kehormatan sekaligus momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama. Sebagai perguruan tinggi tertua dan terbesar di Tanah Papua, UNCEN memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi pelopor gerakan antikorupsi di kawasan timur Indonesia. Kami meyakini bahwa perubahan-perubahan besar selalu dimulai dari ruang-ruang pendidikan,” tegasnya.

 

Sementara itu, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia, Setyo Budiyanto, dalam pemaparan materinya menyatakan apresiasi yang tinggi terhadap sivitas akademika UNCEN. Ia mengungkapkan bahwa kunjungan ke UNCEN merupakan agenda yang secara khusus disediakannya untuk bersilaturahmi langsung dengan mahasiswa dan tenaga pendidik di Papua.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua KPK menyoroti kewenangan KPK pasca berlakunya KUHP 2023 dan KUHAP 2025. Hal ini dipandang krusial agar masyarakat, khususnya yang diwakili oleh kaum intelektual kampus, memahami transformasi fundamental lembaga antikorupsi tersebut.

“Banyak aturan yang sudah diubah menjadi lebih modern. Ini adalah suatu hal yang sangat positif bagi adik-adik mahasiswa dari fakultas mana pun, karena kehidupan kita sehari-hari tidak pernah lepas dari persinggungan dengan hukum,” jelas Setyo.

Menutup pemaparannya, Setyo Budiyanto menitipkan pesan inspiratif kepada seluruh peserta kuliah umum untuk terus mengawal cita-cita bangsa menyongsong Indonesia Emas 2045.

“Jadilah generasi yang mampu mempengaruhi orang lain dan kelompok ke arah yang positif. Mudah-mudahan apa yang saya sampaikan dapat memberikan manfaat bagi sivitas akademika UNCEN dan seluruh perguruan tinggi di Papua. Perjuangan masih harus berlanjut, tetap semangat, miliki motivasi yang tinggi, dan pastikan motivasi itu didasari dengan integritas yang kuat,” pungkasnya.

Kuliah umum ini diakhiri dengan sesi diskusi interaktif yang disambut antusias oleh para mahasiswa. Melalui sinergi antara civitas akademika dan lembaga pemerintah, diharapkan lahir generasi muda Papua yang siap menjadi garda terdepan dalam aksi nyata melawan korupsi di Indonesia. (Humas)

Loading

Tags: