Perkuat Jaringan Riset Global, Universitas Cenderawasih Bersama SEANNET Gelar Workshop Kehidupan Perkotaan dan Masyarakat Adat Papua

bnr-arrow-1-1.png

JAYAPURA – Universitas Cenderawasih (Uncen) berkolaborasi dengan Southeast Asia Neighborhoods Network (SEANNET) menggelar kegiatan workshop kolaboratif bertempat di Gedung Kemitraan Freeport, Kampus Uncen Abepura, pada Jumat (10/7/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program kolaboratif yang berfokus pada riset kehidupan perkotaan serta dampaknya terhadap masyarakat adat di Papua.

Proyek riset dan lokakarya internasional ini melibatkan sinergi yang kuat antara berbagai institusi pendidikan tinggi dan komunitas lokal. Dalam pelaksanaannya, Sekolah Tinggi Teologi (STT) Walter Post bertindak sebagai institusi tuan rumah (local host) penelitian dengan melibatkan staf pengajar dan mahasiswa untuk mengintegrasikan studi teologi dan ilmu sosial demi kesejahteraan masyarakat adat. Program ini mendapat dukungan akademis penuh dari Universitas Cenderawasih serta didukung oleh jaringan peneliti internasional di kawasan Asia Tenggara.

Fokus utama dari penelitian ini adalah mengkaji bagaimana arus migrasi, baik internal maupun dari luar Papua, membentuk ruang kota dan memengaruhi mata pencaharian masyarakat di Kampung Sereh. Wilayah ini dipilih sebagai mikrokosmos untuk merepresentasikan tantangan nyata dari dinamika urbanisasi di Papua. Sebanyak 25 akademisi dari dalam dan luar negeri tercatat turut ambil bagian dan membaur bersama para peneliti dari Uncen dalam workshop ini.

Kegiatan workshop dibuka secara resmi oleh Prof. Akhmad Kadir yang hadir mewakili Rektor Universitas Cenderawasih. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi mendalam dan menegaskan bahwa lokakarya ini membawa manfaat besar bagi perkembangan akademik di Papua.

“Berbicara mengenai arah riset ke depan, Universitas Cenderawasih sangat membutuhkan jejaring yang kuat. Menurut saya, SEANNET merupakan salah satu lembaga strategis yang mampu menaungi dan membangun kerja sama tersebut,” ujar Prof. Akhmad Kadir.

Beliau juga secara khusus menyebut kehadiran Prof. Dr. Wigati Yektiningtyas, M.Hum., Guru Besar Bidang Ilmu Sastra dan Budaya pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Uncen, yang memiliki rekam jejak panjang dalam riset-riset tradisional. Kehadiran para pakar ini diharapkan mampu mengangkat nama besar Universitas Cenderawasih di kancah internasional sekaligus membangun jaringan global, terlebih Papua merupakan lahan riset kultural yang sangat luas dan kaya.

Sementara itu, Koordinator SEANNET Asia Tenggara, Rita Padawangi, menjelaskan bahwa SEANNET merupakan wadah kolektif yang mempertemukan para peneliti, dosen, pengajar, dan anggota masyarakat untuk saling belajar bersama. Fokus utama mereka adalah memahami proses urbanisasi, khususnya dampak langsung yang dirasakan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari di kampung.

“Kami ingin mendalami bagaimana kehidupan masyarakat berubah, menyesuaikan diri, atau mempertahankan nilai-nilai budaya serta aktivitas ekonomi sosial mereka. Aktivitas kami berupa workshop yang bergerak dari kota ke kota untuk saling berbagi (sharing),” jelas Rita.

Dalam kesempatan tersebut, Rita juga memperkenalkan Tim Papua yang dipandu oleh Albert Rumbekwan, Dosen Program Studi Sejarah Uncen. Lokasi riset diarahkan ke beberapa wilayah strategis, meliputi Kampung Sereh yang menjadi lokasi penelitian utama Albert, serta Kampung Yoboi, Asei Besar, dan Kampung Hamadi. Observasi di lokasi-lokasi tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman kontekstual yang lebih luas mengenai tantangan dan karakteristik urbanisasi di Papua.

“Kami sangat berharap kegiatan ini menjadi awal yang baik bagi terciptanya kolaborasi dan kerja sama yang lebih erat ke depannya,” pungkasnya. (Humas Uncen)

 

Loading

Tags: