JAYAPURA – Universitas Cenderawasih (Uncen) akan membuka Program Studi (Prodi) Magister Kenotariatan di Fakultas Hukum. Langkah strategis ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Uncen dan Ikatan Notaris Indonesia (INI) di Hotel Horison Abepura, Sabtu (4/7/2026).

Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Humas, dan Sistem Informasi Uncen, Dr. Basir Rohrohmana, S.H., M.Hum., menyatakan bahwa kolaborasi ini mencakup ruang lingkup yang komprehensif. Mulai dari program pendidikan, pengajaran, penelitian, pengkajian, hingga pengabdian kepada masyarakat. Basir berharap para praktisi ahli dari INI dapat hadir sebagai pengajar di kampus guna meningkatkan kualitas pendidikan mahasiswa melalui sinergi akademik dan praktisi.
“Ini adalah momen kolaborasi strategis karena saat ini Fakultas Hukum Uncen secara resmi telah bisa membuka Program Studi Magister Kenotariatan,” ujar Basir yang hadir mewakili Rektor Uncen.
Ketua Pengurus Wilayah Papua INI, Samuel Sera C. Erari, S.H., M.Kn., menyambut baik kolaborasi yang digelar di sela-sela peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-118 INI tersebut. Menurutnya, kehadiran prodi baru ini menjadi jawaban atas tingginya kebutuhan tenaga notaris profesional di wilayah Papua.
Berdasarkan data INI, jumlah notaris yang tersebar di wilayah Papua saat ini adalah:
- Pengurus Wilayah Papua: 95 orang (meliputi Papua, Papua Tengah, Papua Selatan, dan Papua Pegunungan).
- Wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya: 51 orang.
“Dengan dibukanya prodi ini, diharapkan menjadi pilihan utama bagi lulusan sarjana hukum, khususnya anak-anak asli Papua, untuk melanjutkan studi profesi notaris. Besar harapan kami, nanti akan lahir para notaris hebat lulusan Uncen,” kata Samuel.
Dukungan penuh juga datang dari Pemerintah Provinsi Papua. Wakil Gubernur Provinsi Papua, Alberto Rumaropen, menilai kehadiran prodi ini sebagai investasi jangka panjang untuk memperluas akses pendidikan profesi tanpa harus meninggalkan Papua. Langkah ini dinilai sejalan dengan visi “Papua CERAH” (Cerdas, Sejahtera, dan Harmoni).
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum RI Provinsi Papua, Anthonius Ayorbaba, mendorong pemerintah daerah untuk andil memberikan dukungan finansial.
“Prodi Kenotariatan ini hadir untuk menjawab kebutuhan Papua. Oleh karena itu, kami memohon kepada Gubernur, Bupati, dan Wali Kota agar dapat memberikan dukungan beasiswa bagi anak-anak asli Papua yang memilih jalur profesi notaris di Uncen,” pungkas Anthonius.
Melalui kerja sama ini, Uncen tidak hanya memperkuat kelembagaan akademiknya, tetapi juga berkontribusi langsung dalam menghadirkan kepastian hukum dan peningkatan kualitas pelayanan publik di Tanah Papua. (Petrus/Artha/ Dok.Andre)


![]()
