Tim SEANNET Lakukan Kunjungan Lapangan ke Kampung Sereh, Asei Besar dan Yoboi, Perkuat Kolaborasi Riset Berbasis Masyarakat di Papua

bnr-arrow-1-1.png

Jayapura – Rangkaian SEANNET Jayapura Workshop 2026 memasuki agenda kunjungan lapangan pada 7–8 Juli 2026 dengan mengunjungi sejumlah komunitas di kawasan Sentani, Kabupaten Jayapura. Workshop bertajuk “Becoming Urban: Aspirations and Contentions from Southeast Asia’s Urban Frontiers” ini berlangsung pada 6–12 Juli 2026 dan diselenggarakan oleh Tim SEANNET Jayapura dari Universitas Cenderawasih (UNCEN) dan STT Walter Post, bekerja sama dengan SEANNET Secretariat di College of Interdisciplinary & Experiential Learning (CIEL), Singapore University of Social Sciences (SUSS). Kegiatan ini berada di bawah naungan Southeast Asia Neighbourhoods Network (SEANNET).

Pada hari pertama, Selasa (7/7), peserta mengawali kunjungan di Kampung Sereh, Sentani. Kegiatan diawali dengan transect walk menyusuri kawasan Kampung Sereh hingga Kampung Buton untuk mengamati kondisi lingkungan dan kehidupan sosial masyarakat. Selanjutnya, peserta berdialog dengan tokoh masyarakat serta Ondoafi, pemimpin adat masyarakat Sentani, guna memahami sejarah kampung, sistem kepemimpinan adat, dan nilai-nilai budaya yang masih dijaga hingga saat ini.

 

Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut di STT Walter Post, tempat peserta berdiskusi mengenai perkembangan penelitian di Kampung Sereh sekaligus berinteraksi dengan kelompok perempuan sebagai bagian dari upaya memahami pengalaman hidup masyarakat dan pengembangan program pemberdayaan berbasis komunitas.

Memasuki hari kedua, Rabu (8/7), rombongan mengunjungi Kampung Asei Besar, tempat peserta mengenal seni lukis kulit kayu khombow yang menjadi warisan budaya masyarakat Sentani. Rombongan juga mengunjungi Gereja Asei (GKI Philadelfia) yang memiliki nilai historis dalam perkembangan Kekristenan di kawasan Danau Sentani.

Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Kampung Yoboi di kawasan Danau Sentani. Peserta mempelajari pengelolaan hutan sagu, proses pengolahan pangan lokal, serta mengunjungi Rumah Baca yang menjadi pusat kegiatan belajar masyarakat. Kunjungan ini memberikan pemahaman mengenai pentingnya sagu sebagai sumber pangan, identitas budaya, sekaligus potensi ekonomi bagi masyarakat setempat.

Melalui kunjungan lapangan ini, peserta tidak hanya memperoleh pengalaman belajar secara langsung, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara akademisi dan masyarakat dalam mengembangkan riset yang berorientasi pada pelestarian budaya, penguatan pendidikan, dan pembangunan berkelanjutan di Papua. Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen SEANNET dalam mendorong penelitian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan memperluas jejaring akademik di kawasan Asia Tenggara.  (Andre Ales)

 

Loading

Tags: