JAYAPURA – Program Magister Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Cenderawasih (Uncen) menjalin kerja sama dengan SHOAL, sebuah lembaga konservasi ekosistem air tawar dunia, menyelenggarakan Diskusi Kelompok Terarah atau Focus Group Discussion (FGD). Mengusung tema “Pengetahuan Ekologis Perempuan sebagai Dasar Aksi Konservasi Danau Sentani”, kegiatan ini berlangsung sukses di Isasai Resto dan Venue, Expo Waena, pada Sabtu (18/7/2026).

Kegiatan akademik ini mempertemukan para akademisi, peneliti, dan kelompok perempuan adat dari berbagai wilayah di kawasan Danau Sentani. Para peserta perempuan tersebut hadir mewakili Kampung Koadeware dari wilayah barat, Kampung Yoboi dari wilayah tengah, serta Kampung Ayapo dari wilayah timur Danau Sentani. Tujuan utama FGD ini adalah untuk mendiskusikan kondisi terkini ekosistem danau, sekaligus menggali kembali kearifan serta pengetahuan tradisional masyarakat adat dalam menjaga kelestarian lingkungannya.
Selama jalannya diskusi, tim peneliti berhasil menghimpun berbagai informasi komprehensif dari para perempuan adat. Pembahasan difokuskan pada enam tema ekologis, yakni; hutan, danau dan air, ikan, sagu dan dusun sagu, sistem musim, serta pangan dan kebun. Melalui pemetaan tema tersebut, tergambar dengan jelas bagaimana alam menyediakan segala kebutuhan hidup manusia di Danau Sentani, serta sentralnya peran perempuan dalam mengelola sumber daya tersebut.

Dekan FMIPA Uncen, Dr. rer. nat. Henderite L. Ohee, M.Si., dalam keterangannya menyampaikan bahwa agenda ini merupakan langkah penting dalam memetakan strategi konservasi berbasis masyarakat.
“Dari diskusi yang kami laksanakan sepanjang hari ini, kami mendapatkan banyak sekali informasi yang berkaitan dengan peran perempuan dalam kehidupan sehari-hari orang Sentani. Peran perempuan sangatlah penting, karena dari merekalah pengetahuan tentang alam dan sekitarnya diturunkan secara langsung kepada anak dan keluarga mereka setiap hari,” ungkap Dr. Henderite.
Lebih lanjut, Dr. Henderite menegaskan bahwa data kualitatif yang diperoleh dari kacamata para perempuan adat ini tidak akan berhenti pada forum diskusi saja. “Dari hasil diskusi hari ini, kami mendapatkan informasi yang kaya dan valid untuk menentukan langkah konservasi selanjutnya di Danau Sentani,” tambahnya.

Sebagai informasi, FGD bersama kelompok perempuan adat Sentani ini merupakan agenda terakhir dari seluruh rangkaian kegiatan riset dan konservasi yang diinisiasi oleh Program Magister Biologi FMIPA Uncen dan SHOAL. Sebelumnya, pihak penyelenggara juga telah sukses menggelar beberapa tahapan kegiatan, mulai dari FGD bersama para Ondoafi, pelaksanaan Webinar Nasional, hingga FGD bersama para pakar.

Melalui kolaborasi lintas elemen yang telah rampung dilaksanakan ini, FMIPA Uncen berharap seluruh rumusan yang dihasilkan dapat memberikan dampak yang nyata dan berkesinambungan bagi upaya pelestarian alam di Danau Sentani.(Humas)

![]()
