Cegah Stigma dan Penularan HIV/AIDS, FKM Uncen Gelar Pelatihan Peer Educator di Kampung Yoka

bnr-arrow-1-1.png

 

JAYAPURA – Dalam rangka mewujudkan pengabdian kepada masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Cenderawasih (Uncen) berkolaborasi dengan Puskesmas Kampung Yoka menyelenggarakan Pelatihan Peer Educator (Pendidik Sebaya) HIV & AIDS. Kegiatan yang menyasar kelompok usia remaja ini dilangsungkan di Balai Kampung Yoka pada Sabtu (22/8/2026).

Pelatihan kali ini mengusung tema Membangun Generasi Remaja Kampung Yoka yang Sehat, Peduli, dan Bebas Stigma melalui Peer Educator”. Melalui tema ini, FKM Uncen berharap dapat membekali para remaja dengan pengetahuan yang mumpuni agar mampu menjadi agen perubahan di lingkungannya.

 

Dekan FKM Uncen, Dr. Novita Medyati, S.KM., M.Kes., dalam sambutannya saat membuka kegiatan menyampaikan bahwa pembentukan peer educator ini sangat krusial mengingat HIV/AIDS masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan utama di Tanah Papua.

“Sebagai generasi muda, adik-adik remaja dan mahasiswa adalah penerus yang akan mewarisi daerah ini. Jika masalah HIV/AIDS terus berlanjut, bagaimana daerah kita bisa berkembang dengan produktif? Oleh karena itu, beban ini harus kita pikul bersama. Penanggulangan HIV/AIDS bukan hanya tugas FKM atau petugas Puskesmas, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat,” tegas Dr. Novita.

Ia juga mengingatkan pentingnya nilai-nilai spiritual dalam menjaga diri dan mencegah penularan. “Sebagai anak-anak Tuhan, kita harus ingat bahwa tubuh kita adalah bait Roh Kudus. Mari tangani bersama dan putuskan rantai penularannya. Setelah mendapatkan materi hari ini, adik-adik diharapkan mampu menjadi juru bicara yang mengedukasi tentang HIV/AIDS dan cara pencegahannya, baik di sekolah, kampus, maupun organisasi pemuda,” tambahnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) yang diinisiasi oleh HMPS Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM) FKM Uncen. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Dekan III FKM Uncen sekaligus Dosen Pendamping PPK Ormawa, Sherly M. Mamoribo, S.K.M., M.Kes.

Sherly menjelaskan, sebelum pelatihan puncak digelar, tim mahasiswa telah melakukan sosialisasi selama kurang lebih dua minggu di tingkat gereja, khususnya kepada kelompok Persekutuan Anak dan Remaja (PAR) serta pemuda, dilanjutkan dengan proses seleksi wawancara yang berhasil menjaring 20 remaja sebagai calon peer educator.

“Hari ini kami memberikan pembekalan materi yang komprehensif, meliputi komunikasi efektif, pengenalan HIV/AIDS, kesehatan reproduksi remaja, upaya pencegahan berbasis budaya lokal Kampung Yoka, hingga strategi mengurangi stigma dan diskriminasi serta teknik konseling sebaya,” papar Sherly.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa luaran (output) dari kegiatan ini adalah penyusunan modul pembelajaran pendidik sebaya. “Harapan kami, modul ini akan menjadi pegangan resmi bagi para peer educator saat mereka turun memberikan edukasi kepada teman sebaya lainnya di sekolah, baik di tingkat SMP maupun SMA,” ujarnya.

Apresiasi tinggi juga datang dari perwakilan Puskesmas Yoka, Ns. Nora Ita, S.Kep. Ia mengungkapkan bahwa usia remaja merupakan masa transisi yang rentan, sehingga pendekatan melalui teman sebaya dinilai sangat efektif.

“Usia remaja terkadang masih labil. Kami di Puskesmas kerap menemui kendala, misalnya progres pengambilan obat yang kadang terbengkalai karena remaja membutuhkan pendekatan berbeda dari anak-anak yang masih sepenuhnya diawasi orang tua. Oleh karena itu, inisiatif mahasiswa Uncen ini sangat kami syukuri. Para remaja yang dilatih kelak akan menjadi perpanjangan tangan kesehatan yang meneruskan informasi akurat kepada teman-temannya,” ungkap Nora.

Melalui sinergi antara FKM Uncen, Puskesmas, dan masyarakat Kampung Yoka, diharapkan lahir generasi muda Papua yang lebih peduli, memiliki literasi kesehatan yang baik, dan terbebas dari stigma negatif terkait HIV/AIDS. (Humas)

 

Loading