JAYAPURA – Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Cenderawasih (Uncen) sukses menyelenggarakan acara Yudisium Program Magister (S2) dan Program Sarjana (S1) Periode III Tahun Akademik 2025/2026. Sebanyak 97 lulusan resmi dikukuhkan dalam upacara yang berlangsung khidmat di Gedung FKM Uncen, Jumat (24/7/2026).
Dari total lulusan yang dikukuhkan pada periode ini, rinciannya terdiri dari 40 orang lulusan Program Magister dan 57 orang lulusan Program Sarjana. Acara yudisium ini turut dihadiri oleh sejumlah kepala dinas dari berbagai kabupaten di Papua, yang memberikan apresiasi tinggi atas capaian akademik para lulusan.

Dalam sambutannya, Dekan FKM Uncen, Dr. Novita Medyati, S.KM., M.Kes., menyampaikan ucapan selamat sekaligus rasa bangganya atas perjuangan para mahasiswa yang telah berhasil melewati proses pendidikan yang tidak mudah di FKM. Khusus kepada para lulusan magister, ia berpesan agar pencapaian ini menjadi pendorong kemajuan jenjang karier.
“Pendidikan magister akan mendorong kemajuan jenjang karier yang lebih tinggi. Namun, terapkanlah filosofi ilmu padi: semakin berisi, semakin merunduk. Ilmu yang Saudara dapatkan hari ini adalah sebuah amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada Tuhan dan harus menjadi berkat bagi sesama,” tegas Dr. Novita.
Sementara itu, untuk para lulusan sarjana, Dekan FKM mengingatkan bahwa kelulusan ini merupakan titik awal untuk melangkah ke dunia kerja. Beliau menekankan bahwa ijazah pada dasarnya hanyalah legalitas formal, sedangkan hal yang paling esensial di dunia profesional adalah kemampuan dan kapasitas diri.

Dr. Novita secara tegas mendorong para lulusan agar tidak memiliki mental yang pasif. “Jangan hanya menggantungkan harapan untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Jadikanlah PNS sebagai pilihan kedua. Pilihan utamanya adalah bekerja di tempat yang sesuai dengan kapasitas dan kompetensi kalian,” ujarnya memotivasi.
Lebih lanjut, ia meminta para lulusan baru untuk proaktif mencari peluang, melengkapi diri dengan penguasaan bahasa asing, serta mengikuti program sertifikasi keahlian. Beliau juga mencontohkan pengalamannya merantau dan meminta para alumni untuk berani mengambil risiko demi masa depan.
“Kalian harus berani keluar dari zona nyaman. Jangan hanya menetap di Jayapura atau daerah asal, tetapi beranilah bersaing di luar daerah karena kalian memiliki kemampuan. Keberhasilan kita ditentukan oleh diri kita sendiri. Kelak, jika kalian berkunjung kembali ke FKM, datanglah dengan membawa kesuksesan agar kami dapat tersenyum bangga,” tambahnya.

Menutup arahannya, Dr. Novita menitipkan dua pesan penting bagi seluruh lulusan. Pertama, untuk senantiasa mengandalkan Tuhan dan mengedepankan kejujuran dalam bekerja. Kedua, menjaga nama baik almamater di mana pun mereka berada.
“Ingatlah selalu bahwa nama baik dan kebesaran sebuah fakultas atau universitas hanya akan diukur dan dikenal melalui kiprah nyata para alumninya di tengah masyarakat,” pungkasnya. (Humas)
![]()
