Uncen Perkuat Kapasitas Kewirausahaan dan Literasi Keuangan BUMMA Namblong Melalui Program KolaborAKSI

bnr-arrow-1-1.png

Jayapura – Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Cenderawasih (Uncen) bekerja sama dengan UPA Pengembangan Karir dan Kewirausahaan melaksanakan kegiatan KolaborAKSI (Kolaborasi Pengembangan Kapasitas Kewirausahaan dan Literasi Keuangan) bagi Badan Usaha Milik Masyarakat Adat (BUMMA) PT. Yombe Namblong Nggua di Kampung Namblong pada 9–10 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan memperkuat tata kelola usaha masyarakat adat melalui peningkatan kapasitas manajemen, kewirausahaan, dan literasi keuangan.

 

Pelatihan difokuskan pada penguatan sistem pengelolaan BUMMA melalui penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) Penatausahaan Keuangan berbasis adat, pengenalan konsep valuasi aset biologis, ekologis, dan kultural, serta implementasi NOKEN Framework Model Canvas sebagai instrumen pengembangan indigenouspreneurship. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan tata kelola usaha yang akuntabel tanpa mengesampingkan nilai-nilai adat, budaya, dan keberlanjutan lingkungan.

Kegiatan diikuti oleh jajaran manajemen BUMMA bersama para koordinator lima unit bisnis, yaitu Ecowisata Nggam Bu, Pertanian Vanili, Perikanan, Peternakan, dan Kehutanan. Melalui sesi pelatihan dan diskusi, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan keuangan yang transparan, pencatatan aset yang komprehensif, serta penyusunan model bisnis yang mampu mengoptimalkan potensi sumber daya lokal berbasis masyarakat adat.

Direktur Operasional BUMMA PT. Yombe Namblong Nggua, Yusuf Kasmando, menjelaskan bahwa BUMMA merupakan perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh masyarakat adat Suku Namblong, dengan para Iram Tekai dari 44 marga sebagai pemegang saham. Menurutnya, BUMMA mengelola wilayah adat seluas sekitar 52.530 hektare melalui lima unit usaha, yakni pertanian vanili, kehutanan, peternakan, perikanan, dan ekowisata.

“BUMMA Namblong adalah perusahaan milik masyarakat adat Suku Namblong. Melalui lima unit usaha yang kami kelola, kami ingin membangun kemandirian ekonomi masyarakat tanpa meninggalkan nilai-nilai adat yang menjadi identitas kami,” ujar Yusuf.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program KolaborAKSI dan berharap kerja sama dengan Universitas Cenderawasih dapat terus berlanjut.

“Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada pertemuan pertama. Justru ini menjadi awal untuk membangun kolaborasi yang berkelanjutan antara BUMMA Namblong dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Cenderawasih dalam mendukung pengembangan kapasitas masyarakat adat,” tambahnya.

Sebagai tindak lanjut, Jurusan Akuntansi Uncen, UPA Pengembangan Karir dan Kewirausahaan, serta BUMMA PT. Yombe Namblong Nggua menyepakati Implementation Agreement sebagai landasan kolaborasi berkelanjutan. Kesepakatan tersebut mencakup pelaksanaan program lanjutan berupa pelatihan dan sertifikasi akuntansi lingkungan bagi staf BUMMA, sekaligus membuka peluang pemberian beasiswa melalui kerja sama dengan mitra-mitra BUMMA.

Melalui program KolaborAKSI, Universitas Cenderawasih menegaskan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat adat melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia dan tata kelola usaha yang berkelanjutan. Diharapkan kolaborasi ini mampu melahirkan model kewirausahaan masyarakat adat yang inovatif, berdaya saing, serta tetap menjunjung tinggi pelestarian lingkungan, budaya, dan kearifan lokal sebagai fondasi pembangunan ekonomi Papua. (Andre Ales)

 

Loading