JAYAPURA – Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Cenderawasih (Uncen) menghadirkan inovasi pengolahan limbah kulit kakao menjadi briket sebagai sumber energi alternatif melalui penerapan Teknologi Tepat Guna dan WebGIS di Kampung Berap, Distrik Nimbokrang, Kabupaten Jayapura, 4/11/2026.
Inovasi tersebut dikembangkan melalui Program AKSARA Mahasiswa (Aksi Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa) Tahun 2026, dengan mengusung tema “Penerapan Teknologi Tepat Guna serta WebGIS dalam Pengolahan Limbah Kulit Kakao Menjadi Briket untuk Mendukung Kemandirian Energi Masyarakat Kampung Berap.”

Kegiatan ini melibatkan mahasiswa dari empat program studi di FMIPA Uncen, yakni Kimia, Sistem Informasi, Geofisika, dan Fisika. Tim kegiatan dipimpin oleh Diana M. Abulais, S.Si., M.Si., selaku ketua tim, dengan melibatkan dosen pembimbing dalam pelaksanaan dan pendampingan di lapangan.
Penyerahan mahasiswa secara simbolis kepada perwakilan masyarakat Kampung Berap dilaksanakan pada Rabu, 4 November 2026, oleh Wakil Dekan I FMIPA Universitas Cenderawasih, Yane Oktovina Ansanay, M.Sc., Ph.D. Kegiatan ini telah berlangsung sejak 22 Oktober 2026 dan memperoleh dukungan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui program BIMA.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa mengembangkan inovasi terpadu bernama SIKARA (Sistem Inovasi Kakao Ruang dan Area Inovasi). Inovasi ini mengintegrasikan pemanfaatan limbah kulit kakao menjadi briket sebagai sumber energi alternatif dengan pemetaan potensi wilayah Kampung Berap menggunakan teknologi WebGIS.

Melalui kolaborasi lintas disiplin ilmu, SIKARA diharapkan mampu memberikan nilai tambah terhadap limbah kulit kakao yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Selain itu, pemanfaatan WebGIS menjadi sarana untuk mengidentifikasi dan memetakan potensi lokal sebagai bagian dari upaya mendukung pengembangan wilayah berbasis data dan teknologi.
Program ini tidak hanya berorientasi pada penerapan inovasi teknologi, tetapi juga mendorong keterlibatan dan pemberdayaan masyarakat dalam memanfaatkan potensi sumber daya lokal. Dengan demikian, masyarakat diharapkan memperoleh alternatif sumber energi sekaligus peluang pengembangan potensi ekonomi kampung secara berkelanjutan.

Melalui Program AKSARA Mahasiswa Tahun 2026, mahasiswa FMIPA Universitas Cenderawasih menunjukkan bahwa kolaborasi ilmu pengetahuan, teknologi, dan potensi lokal dapat menghadirkan solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat. SIKARA menjadi salah satu wujud kontribusi mahasiswa Universitas Cenderawasih dalam mendorong pembangunan kampung yang mandiri, berdaya, dan berkelanjutan di Tanah Papua. (Andre Ales)
![]()
