JAYAPURA – Universitas Cenderawasih (Uncen) resmi menjalin kerja sama dengan Papua Insects Foundation (PIF) melalui penandatanganan dokumen kerja pada Selasa (13/10/2026) di ruang rapat senat rektorat Universitas Cenderawasih. Langkah ini merupakan wujud komitmen Uncen untuk terus memperkuat jejaring kerja sama akademik dan penelitian di bidang keanekaragaman hayati. Kolaborasi strategis tersebut diharapkan menjadi tonggak penting dalam mendukung pengembangan ilmu entomologi, penguatan fasilitas laboratorium, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam pengelolaan koleksi serangga di Tanah Papua.
Penandatanganan dokumen kerja sama dilakukan pada tiga tingkatan kelembagaan. Dokumen MoU ditandatangani secara langsung oleh Rektor Universitas Cenderawasih, Dr. Ferdinand Risamasu, S.E., M.Sc.Agr., sementara PKS ditandatangani oleh Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNCEN, Dr. rer. nat. Henderite Loisa Ohee, M.Si., dan IA oleh Kepala Laboratorium Entomologi UNCEN, Dra. Daawia, M.Si. Dari pihak Papua Insects Foundation, penandatanganan langsung oleh sang Ketua, Rob de Vos.

Dr. Ferdinand Risamasu, S.E., M.Sc.Agr., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kolaborasi ini. Ia berharap sinergi dengan institusi internasional tersebut dapat membawa dampak positif dan kemajuan yang signifikan, khususnya bagi iklim riset di lingkungan Universitas Cenderawasih.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Papua Insects Foundation, Rob de Vos, mengungkapkan bahwa yayasannya telah menjalin hubungan erat dengan UNCEN sejak tahun 2006.
“Tujuan utama kehadiran kami adalah berkolaborasi dengan para mahasiswa biologi di Papua, baik dari UNCEN, UNIPA, maupun perguruan tinggi lainnya, guna melakukan penelitian di habitat aslinya. Fokus kami adalah menginventarisasi ngengat, kupu-kupu, dan berbagai serangga lain untuk memetakan titik-titik kumpul spesies endemik yang tidak dapat ditemukan di belahan dunia mana pun,” papar Rob de Vos.

Lebih lanjut, ia menekankan urgensi pelestarian hutan Papua yang kini menjadi salah satu paru-paru bumi tersisa, bersanding dengan Amazon di Amerika Selatan dan Kongo di Afrika.
“Melindungi hutan bukan sekadar kepentingan akademis, kolektor, atau ahli entomologi semata. Ini adalah upaya krusial untuk menjaga iklim global, kelestarian alam, dan warisan Papua demi anak cucu kita kelak. Jika ekosistem mereka hancur, spesies endemik ini akan hilang selamanya,” tegasnya.
Sebagai bentuk kontribusi nyata dalam penguatan fasilitas kelembagaan, Papua Insects Foundation turut menyerahkan donasi berupa 600 laci koleksi serangga (insect collection drawers) kepada Laboratorium Entomologi FMIPA UNCEN. Bantuan ini diserahkan langsung oleh Rob de Vos dan diterima oleh Dekan FMIPA UNCEN, Dr. rer. nat. Henderite Loisa Ohee, M.Si.
Fasilitas koleksi yang tertata rapi ini dinilai sangat vital. Bagi FMIPA UNCEN, koleksi spesimen tidak hanya berfungsi sebagai medium praktikum mahasiswa, tetapi juga sebagai bank data ilmiah yang esensial untuk mendukung riset taksonomi, ekologi, dan biodiversitas ke depannya.
Tak sekadar memberikan dukungan perangkat keras, Tim PIF juga menginisiasi kegiatan peningkatan kapasitas melalui Pelatihan Pembuatan Insektarium dan Manajemen Koleksi Serangga yang digelar pada Jumat 9 Oktober 2026. Bertempat di Laboratorium Entomologi UNCEN, Jayapura, kegiatan ini melibatkan partisipasi lintas institusi.
Sebanyak delapan mahasiswa turut serta dalam pelatihan ini, yang terdiri dari tiga mahasiswa Program Studi Biologi Universitas Ottow Geissler Papua (UOGP), dua mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi FKIP UNCEN, dan tiga mahasiswa Program Studi Biologi FMIPA UNCEN. Acara ini juga didampingi oleh tiga orang dosen dari bidang Biologi FMIPA UNCEN.
Pelatihan dirancang komprehensif dalam dua sesi. Sesi pagi diisi dengan pembekalan materi mengenai prinsip-prinsip dasar pembuatan insektarium dan pengelolaan koleksi, sedangkan sesi siang difokuskan pada praktik langsung menangani spesimen serangga yang telah tersedia di laboratorium.
Ke depan, melalui kelanjutan sinergi ini, FMIPA Universitas Cenderawasih diharapkan semakin mengukuhkan posisinya sebagai pusat pembelajaran dan penelitian keanekaragaman hayati yang unggul, berkontribusi nyata bagi kemajuan ilmu pengetahuan kelestarian alam di Tanah Papua.
(Pity, Ed. HH)

![]()
