FMIPA Uncen Sambut Karantina Goes to Campus, Dorong Mahasiswa Berperan dalam Perlindungan Hayati Papua

bnr-arrow-1-1.png

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Cenderawasih (Uncen) menerima kunjungan Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BBKHIT) Papua melalui kegiatan Karantina Goes to Campus yang berlangsung di Aula Jurusan Biologi FMIPA Uncen pada Selasa, 6 Oktober 2026.

Kegiatan ini bertujuan memperluas wawasan mahasiswa mengenai peran karantina dalam melindungi keanekaragaman hayati Papua sekaligus memperkenalkan peluang karier di bidang perkarantinaan.

Kegiatan ini dihadiri Wakil Dekan I FMIPA Uncen, Yane Oktovina Ansanay, M.Sc., Ph.D., Wakil Dekan II, Dr. Ervina Indrayani, S.Si., M.Si., serta Ketua Jurusan Biologi, Prof. Dr. Lisye I. Zebua, M.Si. Dari pihak BBKHIT Papua, hadir Kepala Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Papua, Krisna Dwiharniati, S.Si., M.Si., bersama jajaran tim karantina. Kegiatan ini juga diikuti oleh dosen dan mahasiswa di lingkungan FMIPA Uncen.

Dalam sambutannya, Wakil Dekan II FMIPA Uncen, Dr. Ervina Indrayani, S.Si., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada BBKHIT Papua yang telah memilih FMIPA Uncen sebagai salah satu lokasi pelaksanaan program edukasi tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan antara dunia akademik dan praktisi, khususnya dalam upaya menjaga kekayaan hayati Papua.

Ia menjelaskan bahwa Papua memiliki keanekaragaman hayati yang luar biasa, baik di daratan maupun perairan. Kekayaan tersebut perlu dilindungi dari ancaman hama, penyakit, serta penyebaran spesies asing yang berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem.

“Program Karantina Goes to Campus ini merupakan jembatan yang sangat baik untuk menyinergikan dunia akademik dengan praktisi di lapangan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperluas pemahaman mengenai regulasi dan fungsi karantina, meningkatkan kesadaran terhadap ketentuan lalu lintas hewan, ikan, dan tumbuhan, serta memahami kontribusi generasi muda dalam menjaga kelestarian sumber daya hayati.

Ia juga berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada sosialisasi, tetapi dapat berlanjut dalam bentuk kerja sama yang lebih konkret antara FMIPA Uncen dan BBKHIT Papua. Kerja sama tersebut dapat dikembangkan melalui program magang, penelitian bersama, maupun pengabdian kepada masyarakat yang mendukung implementasi Kampus Berdampak.

Sementara itu, Kepala BBKHIT Papua, Krisna Dwiharniati, S.Si., M.Si., menekankan pentingnya kerja sama antarlembaga dalam menjaga kesehatan masyarakat, melindungi sumber daya hayati, serta mendukung aktivitas ekonomi daerah.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi yang dapat memperkuat sistem karantina sekaligus meningkatkan daya saing komoditas unggulan Papua.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa dan akademisi FMIPA Uncen mendapatkan materi mengenai perkarantinaan, biosekuriti, kepatuhan terhadap ketentuan lalu lintas hewan, ikan, dan tumbuhan, serta peluang kolaborasi riset untuk mendukung pengembangan komoditas unggulan Papua.

Krisna menjelaskan bahwa transformasi peran karantina tidak berarti meninggalkan fungsi perlindungan. Sebaliknya, perlindungan sumber daya hayati, pelayanan kepada masyarakat, dan dukungan terhadap perdagangan perlu berjalan dalam satu sistem yang saling memperkuat.

Melalui kegiatan Karantina Goes to Campus, FMIPA Uncen mendorong mahasiswa untuk memahami penerapan ilmu pengetahuan dalam perlindungan keanekaragaman hayati sekaligus mengenali peluang pengembangan kompetensi dan karier di bidang perkarantinaan. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi antara FMIPA Uncen dan BBKHIT Papua dalam mendukung perlindungan sumber daya hayati serta pembangunan berkelanjutan di Papua. **Humas

Loading

Tags: