Jayapura – Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih (FK Uncen) secara resmi mengumumkan hasil seleksi penerimaan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi dan Terapi Intensif Angkatan Pertama. Program ini menjadi tonggak sejarah bagi Universitas Cenderawasih dalam upaya memperkuat pendidikan kedokteran spesialis sekaligus menjawab kebutuhan tenaga dokter spesialis di Tanah Papua.
Pada seleksi perdana ini, sebanyak 10 dokter mengikuti rangkaian proses penerimaan yang berlangsung secara ketat, objektif, dan transparan. Seluruh peserta menjalani beberapa tahapan seleksi, meliputi seleksi administrasi, pemeriksaan kesehatan, tes Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI), ujian tertulis, serta wawancara yang dilakukan oleh tim penguji.
Berdasarkan hasil evaluasi dari seluruh tahapan seleksi tersebut, empat dokter dinyatakan lolos dan resmi diterima sebagai peserta PPDS Anestesiologi dan Terapi Intensif Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih Angkatan Pertama.
Keempat peserta yang diterima merupakan dokter-dokter terbaik yang berasal dari berbagai daerah di Tanah Papua. Setelah menyelesaikan pendidikan spesialis, mereka diharapkan kembali ke daerah asal untuk mengabdi di rumah sakit daerah masing-masing sehingga dapat memperkuat pelayanan kesehatan, khususnya pelayanan anestesiologi, perawatan perioperatif, dan terapi intensif yang masih sangat dibutuhkan di berbagai kabupaten dan kota di Papua.
Rektor Universitas Cenderawasih Prof. Dr. Oscar Oswald O. Wambrauw, S.E., M.Sc.Agr. menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya seleksi PPDS Anestesiologi dan Terapi Intensif Angkatan Pertama sebagai bagian dari komitmen universitas dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan.
“Hari ini merupakan momentum yang sangat penting bagi Universitas Cenderawasih. Kehadiran Program Pendidikan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif tidak hanya menjadi pencapaian akademik, tetapi juga merupakan bentuk nyata tanggung jawab Universitas Cenderawasih dalam mendukung peningkatan pelayanan kesehatan di Tanah Papua. Kami berharap para peserta yang telah diterima dapat mengikuti pendidikan dengan penuh dedikasi, menjunjung tinggi etika profesi, serta kembali mengabdi untuk memperkuat pelayanan kesehatan di daerah asal masing-masing.”
Lebih lanjut, Rektor menegaskan bahwa Universitas Cenderawasih akan terus berupaya mengembangkan pendidikan dokter spesialis sebagai bagian dari kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan kesehatan di Papua melalui penyediaan tenaga spesialis yang kompeten dan berdaya saing.
Sementara itu, Ketua Program Studi PPDS Anestesiologi dan Terapi Intensif FK Universitas Cenderawasih dr. Albinus Y. Cobis, M.Kes., Sp.An-TI., Subsp.N.(K).., KNA. menjelaskan bahwa seluruh proses seleksi dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip objektivitas, integritas, dan standar akademik yang tinggi.

“Kami memastikan bahwa setiap peserta memperoleh kesempatan yang sama untuk mengikuti seluruh tahapan seleksi. Penilaian dilakukan secara komprehensif, tidak hanya berdasarkan kemampuan akademik, tetapi juga kesiapan fisik, kesehatan mental, profesionalisme, serta motivasi untuk mengabdi kepada masyarakat. Empat peserta yang dinyatakan lulus merupakan kandidat yang memenuhi seluruh persyaratan akademik dan kompetensi yang telah ditetapkan oleh program studi.”
Beliau juga menyampaikan harapan agar angkatan pertama ini menjadi pelopor lahirnya dokter spesialis anestesiologi yang unggul dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Papua.
“Kami berharap para residen Angkatan Pertama menjadi teladan dalam profesionalisme, integritas, dan semangat pengabdian. Pendidikan yang akan mereka tempuh bukan hanya untuk memperoleh gelar spesialis, tetapi juga sebagai bekal untuk kembali memperkuat sistem pelayanan kesehatan di rumah sakit-rumah sakit daerah di seluruh Tanah Papua. Kehadiran mereka nantinya diharapkan mampu meningkatkan akses dan mutu pelayanan anestesiologi serta terapi intensif bagi masyarakat.”

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih dr. Inneke Viviane Sumolang, Sp.DVE, FINSDV, FAADV turut menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta yang dinyatakan lulus serta memberikan apresiasi kepada seluruh panitia, tim penguji, dan berbagai pihak yang telah mendukung terselenggaranya proses seleksi perdana ini.
Pembukaan PPDS Anestesiologi dan Terapi Intensif Angkatan Pertama merupakan langkah strategis Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih dalam mendukung pemerataan tenaga dokter spesialis di kawasan timur Indonesia. Program ini diharapkan menjadi salah satu solusi untuk mengatasi keterbatasan dokter spesialis anestesiologi di berbagai rumah sakit di Papua sekaligus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan rujukan.
Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih mengucapkan selamat kepada keempat peserta yang berhasil lolos seleksi. Semoga perjalanan pendidikan yang akan ditempuh dapat menghasilkan dokter spesialis anestesiologi yang profesional, berintegritas, dan siap mengabdikan ilmu pengetahuan serta keterampilannya demi peningkatan derajat kesehatan masyarakat di seluruh Tanah Papua.
( contributor; dr. Inneke Viviane Sumolang, Sp.DVE, FINSDV, FAADV )
![]()