Auditorium Universitas Cenderawasih (Uncen) di Abepura bergemuruh oleh antusiasme ratusan mahasiswa dan pelajar, Kamis (25/6). Semarak ini merupakan bagian dari puncak perayaan Dies Natalis ke-21 Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Uncen yang tak sekadar menjadi ajang seremonial, melainkan wadah edukasi strategis bagi penyelamatan generasi muda Papua.
Mengusung tema “Bersama Cegah, Bersama Lindungi Generasi Bebas HIV/AIDS, Anti Kekerasan dan Anti Narkoba”, perayaan ini dikemas apik melalui gelaran gelar wicara (talkshow). Kehadiran Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Papua, Ny. Rafa Mulkiyah M. Fakhri, semakin menambah bobot acara yang menyasar peserta lintas generasi, mulai dari sivitas akademika hingga pelajar tingkat SD sampai SMA se-Kota Jayapura.

Mewakili pimpinan universitas, Wakil Rektor I Bidang Akademik Uncen, Dr. Dirk Y.P. Runtuboi, S.Pd., M.Kes., menegaskan bahwa momentum lebih dari dua dekade kiprah FKM ini menjadi bukti komitmen nyata institusi kepada masyarakat di Bumi Cenderawasih.
“Selama 21 tahun, FKM Uncen telah melahirkan sumber daya manusia yang tak hanya cakap secara akademik, namun piawai dalam mengaplikasikan ilmu kesehatan secara langsung untuk melayani masyarakat,” terangnya.
Dr. Dirk memaparkan, tantangan geografis Papua yang membentang dari wilayah pegunungan, pesisir, pulau-pulau, hingga kawasan perkotaan menuntut ketersediaan tenaga kesehatan yang tangguh. Oleh karenanya, lulusan FKM memiliki peran krusial sebagai garda terdepan dalam meratakan dan meningkatkan taraf layanan kesehatan di setiap sudut wilayah Papua.
Terkait tema yang diusung, ia menilai langkah edukatif FKM sangat tepat sasaran. Ancaman HIV/AIDS, tindak kekerasan, serta penyalahgunaan narkotika merupakan musuh nyata yang mengintai masa depan pemuda. “Pencegahan dini adalah kunci. Kolaborasi yang melibatkan institusi pendidikan, sekolah, keluarga, dan masyarakat menjadi pilar utama untuk membentengi generasi penerus kita,” tegasnya.
Melanjutkan semangat tersebut, sesi talkshow berlangsung sangat interaktif dan membuka wawasan. Ny. Rafa Mulkiyah M. Fakhri dalam pemaparannya turut menyoroti pentingnya peran keluarga sebagai benteng pertahanan pertama. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak menutup mata terhadap pergaulan anak di era modern, melainkan terus memberikan pendampingan yang aktif dan solutif.

Para pelajar dan mahasiswa yang hadir tidak sekadar menjadi pendengar pasif. Mereka tampak antusias melontarkan berbagai pertanyaan kritis seputar mitos dan fakta penularan HIV/AIDS hingga cara tegas menolak bujukan penggunaan narkoba. Melalui dialog dua arah ini, peserta diproyeksikan untuk bertransformasi menjadi agen perubahan edukasi (peer educator) di lingkungan pergaulan mereka masing-masing.
Rangkaian Dies Natalis ke-21 ini ditutup dengan komitmen bersama seluruh elemen sivitas akademika dan tamu undangan. Ke depannya, FKM Uncen berharap langkah-langkah preventif semacam ini mampu secara konsisten mencetak generasi muda Papua yang tidak hanya cerdas secara intelektual, namun juga sehat, kuat, dan bebas dari jerat perilaku menyimpang demi menyongsong masa depan yang gemilang. (Humas)
![]()
