Jayapura – Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Cenderawasih melalui Program Studi Ilmu Keperawatan secara resmi menerjunkan 60 mahasiswa Program Studi Profesi Ners untuk mengikuti Kepaniteraan Klinik. Acara peresmian dan pelepasan mahasiswa ini diselenggarakan di GOR Trikora Universitas Cenderawasih pada hari Senin, 24 Agustus 2026.
Ke-60 mahasiswa kepaniteraan ini nantinya akan ditempatkan di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan dan wilayah binaan masyarakat. Lokasi praktik tersebut meliputi RSUD Jayapura, Puskesmas Abepura, Puskesmas Kotaraja, Puskesmas Koya Barat, UPTD Panti Sosial Tresna Werdha (Lanjut Usia) Jayapura, RSUD Abepura, RS Khusus Daerah Abepura, serta praktik komunitas di Kampung Arso Kota dan Kampung Workwana.

Acara pelepasan ini turut dihadiri oleh jajaran dosen keperawatan, perwakilan RSUD Dok II Jayapura, perwakilan RSUD Abepura, Dinas Kesehatan Kota Jayapura, pimpinan Puskesmas, perwakilan Poltekkes Kemenkes Jayapura, serta berbagai instansi mitra kerja Universitas Cenderawasih lainnya.
Kepaniteraan Profesi Ners ini dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih, dr. Inneke Viviane Sumolang, Sp.DVE., FINSDV., FAADV. Beliau didampingi langsung oleh Ketua Jurusan Program Studi Ilmu Keperawatan, Agnes Angelita Suyanto, S.Kep., Ns., MPH., Ph.D., serta Koordinator Program Studi Profesi Ners, Juliawati, S.Kp., M.Kep., Sp.Kep.An.

Dalam sambutannya, dr. Inneke Viviane Sumolang menekankan pentingnya sinergi, empati, dan dedikasi dalam menjalankan profesi medis. Beliau menegaskan bahwa perawat dan dokter adalah mitra sejajar dalam memberikan pelayanan kesehatan yang optimal kepada masyarakat.
“Mengingat kembali sosok Florence Nightingale dengan dedikasinya yang luar biasa, saya yakin semangat tersebut dapat menjadi pelita bagi para perawat masa kini. Apa yang sudah dilakukan oleh para pendahulu kita, biarlah itu menjadi teladan praktik kita di kemudian hari,” ujar dr. Inneke.
Lebih lanjut, Dekan FK Uncen juga berpesan agar mahasiswa senantiasa mensyukuri panggilan profesi mereka. “Anggaplah setiap tugas dan pekerjaan kita—baik sebagai dosen, perawat, maupun tenaga medis lainnya—sebagai penugasan dari Tuhan. Kita harus bersyukur dan selalu mendoakan tanah dan bangsa di mana kita bekerja, karena di tempat inilah Tuhan menempatkan kita untuk berkarya dan menjadi berkat bagi para pasien,” tambahnya.
Di akhir sambutannya, dr. Inneke memberikan motivasi kepada para mahasiswa yang akan menjalani rotasi klinik selama kurang lebih satu tahun ke depan. “Mari belajar memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya agar di akhir masa stase nanti, Saudara sekalian dapat lulus, melanjutkan pendidikan, dan menjadi tenaga kesehatan yang berguna bagi bangsa. Selamat belajar dan bertugas. Saya sangat yakin Tuhan senantiasa memberkati langkah kita,” tutupnya.

Program Kepaniteraan Klinik ini merupakan tahapan esensial bagi mahasiswa Profesi Ners untuk mengaplikasikan ilmu teori yang telah didapatkan di bangku kuliah ke dalam praktik nyata di lapangan. Melalui rotasi di berbagai fasilitas kesehatan dan komunitas, mahasiswa diharapkan mampu mengasah keterampilan klinis, komunikasi interpersonal, serta etika keperawatan secara komprehensif. Ke depan, Universitas Cenderawasih berharap para lulusan Ners ini mampu menjadi garda terdepan layanan kesehatan yang profesional, unggul, dan berdaya saing di Tanah Papua maupun di tingkat nasional. (Humas Uncen)
![]()
