JAYAPURA – Universitas Cenderawasih (Uncen) resmi mempertegas komitmennya dalam pengembangan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Tanah Papua. Hal ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS), peluncuran Pusat Studi Kepolisian, serta pembukaan Kelas Khusus bagi Anggota Polri pada Program Studi Magister Ilmu Hukum, Fakultas Hukum Uncen, Rabu (11/03).
PKS ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (MoU) yang telah terjalin sejak 21 Juli 2023. MoU tersebut ditandatangani oleh Asisten Kapolri Bidang SDM, Inspektur Jenderal Polisi Prof. Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M., dengan masa berlaku selama lima tahun.
Penandatanganan yang berlangsung di Ruang Rapat Senat, Gedung Rektorat Uncen ini dihadiri oleh jajaran pejabat utama Polda Papua, di antaranya Karo SDM Kombes Pol. Hengky Pramudya, S.I.K., M.Si., Kabid Humas Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., Kabidkum AKBP Dedy Sumarsono, S.I.K., M.H., Direktur Binmas Kombes Pol. Erick Kadir Sully, S.I.K., serta Kepala SPN Polda Papua Kombes Pol. Andreas L.J. Tampubolon, S.I.K., M.K.P. Turut hadir pula Kapolresta Jayapura Kota AKBP Fredrickus Williamson Agusthinus Maclarimboen, Kapolres Jayapura AKBP Dionisius Vox Dei Paron Helan, dan Wakapolres Keerom Kompol Agus Tianto, S.Sos., M.H.
Dari pihak Universitas Cenderawasih, hadir Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Kepegawaian, dan Keuangan Dr. Ferdinand Risamasu, S.E., M.Sc.Agr, serta Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Humas dan Sistem Informasi Dr. Basir Rohrohmana, S.H., M.Hum. Turut hadir jajaran pimpinan Fakultas Hukum yakni Dekan Dr. Yustus Pondayar, S.H., M.H., Wakil Dekan Daniel Tanati, S.H., M.H., serta Ketua Jurusan Perdata Karel Van Houten Baransano, S.H., M.H. Selain itu, hadir pula Kepala BAUK Kristian Hamadi, S.E., M.Hum, Sub Koordinator Kerja Sama Helissa Hadmi, S.Sos., M.Ak, beserta jajaran staf terkait di lingkungan Uncen.
Kerja sama ini bertujuan menyelaraskan pemahaman teori hukum di bangku kuliah dengan praktik penegakan hukum di lapangan. Dalam sambutannya, Dr. Basir Rohrohmana menyampaikan bahwa kolaborasi ini adalah langkah progresif bagi dunia pendidikan dan institusi penegak hukum di Papua.
“Pusat Studi Kepolisian ini bukan sekadar simbol, melainkan wadah riset strategis. Kami ingin memastikan anggota Polri yang menempuh pendidikan Magister Ilmu Hukum mendapatkan wawasan komprehensif untuk menjawab tantangan hukum yang kompleks,” ujarnya.
Kelas Khusus Magister Ilmu Hukum ini dirancang spesifik untuk memfasilitasi anggota Polri aktif tanpa mengganggu efektivitas tugas kedinasan. Kurikulum yang diusung tetap menjaga standar akademik tinggi dengan ruang bagi studi kasus kepolisian yang faktual.

Karo SDM Polda Papua, Kombes Pol. Hengky Pramudya, S.I.K., M.Si., memberikan apresiasi tinggi kepada Uncen atas pembentukan pusat studi ini yang ke-34 kalinya. Langkah ini dinilai sangat vital dalam memperkuat sinergitas serta mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“Kami berharap Pusat Studi Kepolisian Uncen menjadi wadah akademik yang mampu menghasilkan kajian ilmiah, penelitian, serta rekomendasi kebijakan yang konstruktif untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat,” ungkap Kombes Pol. Hengky.
Pusat Studi Kepolisian di Fakultas Hukum Uncen diharapkan menjadi laboratorium kebijakan bagi isu Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), mencakup penelitian dinamika hukum, seminar regulasi, hingga pengabdian masyarakat bersama.
Kegiatan ditutup dengan prosesi penandatanganan naskah kerja sama secara simbolis dan foto bersama. Momentum ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi institusi pendidikan dan penegak hukum adalah kunci menciptakan kepastian hukum yang berkeadilan di Papua. (Perchy/Petrus/ Ed: Artha)


![]()