Warta Uncen

Puskesmas Di Papua Masih Kekurangan Dokter, Kemenkes Siapkan Program Penyedia Tenaga Kesehatan.

Selasa, 31 Mei 2022. Direktur Penyediaan Tenaga Kesehatan Kemenkes RI bersama rombongan mengunjungi Universitas Cenderawasih dalam rangka sosialisasi program baru untuk mengatasi permasalahan kesehatan nasional. Tim dari Kemenkes menggandeng Kasubdit Otsus Ditjen Otonomi Daerah Papua dan Papua Barat untuk bersinergi dalam membangun tanah Papua.

Kunjungan perwakilan dua kementerian ini diterima oleh Rektor Uncen, Dr.Ir. Apolo Safanpo, S.T., M.T yang didampingi Sekretaris Senat Prof. Dr. Melkias Hetharia, S.H.,M.A.,M.Hum. Pertemuan ini juga dihadiri Pembantu Rektor II dan IV, para pimpinan Fakultas Kedokteran, Kabiro BAUK, Koordinator Humas dan Kerjasama, Sub Koordinator Humas Uncen, serta Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Papua. Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat Senat, Gedung Rektorat.

Dra. Oos Fatimah Rosyati, M.Kes. (Direktur Penyedia Tenaga Kesehtan, Kemenkes RI) Foto : Sony

Direktur Penyedian Tenaga Kesehatan, Dra. Oos Fatimah Rosyati, M.Kes menjelaskan tentang program baru Kemenkes yaitu tentang jumlah tenaga kesehatan (Nakes), dimana jumlah puskesmas yang lebih dari 10.000, masih ada 671 puskesmas tanpa dokter. Paling banyak ada di Papua. Sebanyak 2354 puskemas belum memiliki 9 jenis tenaga Kesehatan dimana 88% berada di Papua.

Dengan kondisi ini pihak kementerian sudah mengirimkan hampir 1000 nakes ke Papua melalui program Nusantara Sehat, ungkap Rosyati. Namun itu belum cukup, masih ada program lain untuk mengatasi masalah kesehatan yang ada yaitu Program Dokter Spesialis dan Program Dokter Gigi Spesialis. Untuk kedua program ini kementerian menyiapkan dana bantuan pendidikan dan beasiswa SDM Kesehatan. Beasiswa tersebut untuk lulusan yang direkomendasikan dari Fakultas Kedokteran yang berakreditasi A dan B. Fakultas Kedokteran Uncen yang sudah terakreditasi B dapat merekomendasikan lulusannya untuk mendapat beasiswa program tersebut, jelasnya.

Lebih lanjut Rosyati menjelaskan bahwa ada juga program afirmasi calon tenaga kesehatan yang meliputi 9 jenis nakes dan akan ditempatkan di puskesmas. Kesembilan jenis nakes itu terdiri dari dokter umum, dokter gigi, perawat, bidan, teknisi laboratorium, teknisi farmasi, teknisi gizi, teknisi ICU, dan promosi kesehatan. Program lain dari kemenkes adalah afirmasi calon dokter untuk mengisi kekurangan dokter di daerah tertentu tertutama di Papua. Program ini memfasilitasi putera-putera daerah lulusan berprestasi dari SMA bisa diberikan bantuan untuk mengikuti pendidikan kedokteran. Selain untuk lulusan SMA program afirmasi ini dapat juga diikuti oleh mahasiswa aktif profesi dokter yang sudah di semester akhir. Pelaksanaan Pendidikan dilakukan pada Fakultas Kedokteran berakreditasi A atau B, dengan demikian FK Uncen dapat melaksanakan program tersebut. Lulusan dari program ini harus bersedia ditempatkan di daerah yang sudah ditretapkan oleh kementerian, ungkap Rosyati.

Dr. Budi Arwan (Kasubdit Otsus Ditjen OTDA Provinsi Papua dan Papua barat, Kemendagri RI). Foto : Sony

Terkait program beasiswa untuk dokter spesialis dan dokter gigi spesialis, pada tahun ini ada kuota 600 orang yang disediakan oleh kemenkes. Yang telah lulus 299 orang, jadi masih ada 301 orang sehingga sudah ada kerjasama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dalam memfasilitasi pemberian beasiswa program tersebut.

Kasubdit Otsus Ditjen OTDA Provinsi Papua dan Papua Barat, Dr. Budi Arwan mengatakan bahwa mengenai Program Kementerian Kesehatan dengan kebijakan yang bersifat afirmasi diharapkan mampu untuk menjawab persoalan kesehatan yang dihadapi di daerah, terlebih khusus bagi tanah Papua.

Budi dengan tegas menyatakan siap mendampingi kementerian dan lembaga yang ingin membangun Papua. Kolaborasi dengan Kemenkes akan terus berlangsung sebagai bentuk tanggungjawab Ditjen OTDA dalam mengawasi pembangunan di Papua dan Papua Barat.

Menyikapi penjelasan dari kedua pejabat dari dua lembaga pemerintah pusat ini, Rektor Uncen sangat berterimakasih bahwa Kementerian Kesehatan sudah memberi bantuan dalam pembangunan Rumah Sakit Pendidikan Fakultas Kedokteran Uncen. Demikian juga kepada Kementerian Dalam Negeri, Dr. Apolo sangat berterimakasih karena telah melibatkan Uncen dalam menyusun berbagai peraturan baik bagi Papua maupun secara Nasional.

Program peyedia nakes dari Kemenkes secara khusus afirmasi calon tenaga dokter, Dr. Apolo menegaskan siap untuk melaksanakan program tersebut. Hal-hal teknis untuk program ini nantinya akan doikoordinasikan lebih lanjut dari Dekan FK dan jajarannya denga pihak Kemenkes, ujar rektor.

Dekan Fakultas Kedokteran, dr. Trajanus Laurens Jembise, Sp.B memberi informasi bahwa sejak tahun 2009 sampai saat ini, FK Uncen sudah menghasilkan hampir 800 dokter. Dari jumlah itu harusnya semua puskesmas yang ada di kabupaten di seluruh tanah Papua sudah terisi oleh Tenaga Dokter. Hasil Studi dari Tim FK Uncen mengenai sebaran dokter lulusan Uncen sudah mengisi RSUD dan Puskesmas di Papua  kecuali di kabupaten Nduga, ungkap dekan.

Dari program-program baru yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan dalam mengatasi permasalahan kurangnya nakes baik secara nasional maupun khusus bagi Papua dan Papua Barat, Fakultas Kedokteran Uncen akan terbantu dalam menghasilkan lulusan yang bisa melanjutkan studi menjadi dokter spesialis dan dokter gigi spesialis. Selain itu FK Uncen juga bisa menyelenggarakan pendidikan penyedia 9 jenis tenaga Kesehatan. ***

(yt)

Loading