Warta Uncen

“KITA MEMBUTUHKAN MITRA KERJA UNTUK MENCAPAI SUATU TUJUAN”

Penandatanganan MoU Antara Pemda Kabupaten Fak-Fak Dengan Universitas Cenderawasih

Penandatangan naskah Memorandum Of Understanding/ Nota Kesepahaman antara Pemerintah daerah Kabupaten Fak-Fak dengan Universitas Cenderawasih, berlangsung di gedung Rektorat Uncen pada hari,  Kamis (8/12/2021). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Rektor  Dr. Ir. Apolo Safanpo,ST.,MT, Pembantu Rektor IV bidang kerjasama, Dr. Fredrik Sokoy, S.Sos.,M.Sos,  para pejabat dilingkungan Universitas Cenderawasih, Bupati Kabupaten Fak-Fak, Untung Tamsil, S.Sos.,M.Si dan jajarannya.

Kerjasama yang terjalin dengan momen penandatangan MoU ini tentang peningkatan kualitas sumber daya manusia di Pemda Kabupaten Fakfak. Bupati Untung Tamsil mengatakan, tujuan dilakukan kerjasama ini untuk meningkatkan kualitas sumber daya Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui Pendidikan Program Studi Magister Hukum.

“Peningkatan SDM melalui Program Studi Magister Hukum ini tidak saja diikuti oleh ASN, tetapi kebijakan bupati ini untuk diikuti juga oleh vertikal dan kalangan umum di Kabupaten Fakfak, dan hal ini sesuai visi, misi Fak-fak “Tersenyum”  yaitu Fak-Fak Terdepan, Sejahtera, Unggul dan Mandiri, salah satunya dengan menciptakan kualitas SDM Fak-fak, yang cerdas, produktif, memiliki daya saing melalui pendidikan,” ujar Bupati Untung Tamsil.

Adanya MoU ini menjadi dasar akan dibuka nya Program Studi Magister Hukum Uncen Papua khususnya kelas Fakfak di Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat.

“Melalui kerjasama ini, kita harapkan ada sinergitas antara hasil yang dicapai dari program perkuliahaan melahirkan sumber daya ASN dibidang hukum dan juga menciptakan advokasi-advokasi yang profesional dan berkualitas,” Bupati Untung Tamsil menambahkan.

Sementara itu Rektor juga menyampaikan terima kasih dalam kesempatannya ketika memberikan sambutan kepada Bupati Fak-fak atas kehadirannya di Uncen dan juga kepercayaan yang diberikan pada Uncen dalam hal peningkatan SDM di Kabupaten Fak-fak.

“Kita tidak bisa maju dengan kapasitas kita sendiri tetapi sudah tentu kita membutuhkan mitra kerja dalam mencapai suatu tujuan. Dalam kegiatan ini ada 4 inovasi yang harus kita capai yaitu inovasi kebijakan, inovsi  regulasi, inovasi strategi, inovasi pembiayaan/ pendanaan. Dan seorang bupati bukan sekedar memikirkan out put maupun out come tetapi juga harus memikirkan dampak/ perubahan dan perlu adanya inovasi”, tambah, Rektor.

*(Berita: Flora/ Editor: Helisa/ Foto: Sony)

Loading

id_IDBahasa Indonesia