Warta Uncen

Transformasi Menuju Kampus Unggul, Uncen Gelar Raker 2026 dan Gandeng Mitra Strategis

JAYAPURA (11/02/2026) – Universitas Cenderawasih (Uncen) resmi menggelar Rapat Kerja (Raker) Tahun 2026 sebagai langkah strategis untuk mengevaluasi kinerja dan merumuskan langkah taktis di masa depan. Kegiatan yang mengusung tema “Transformasi Uncen Menuju Perguruan Tinggi Unggul, Inklusif, dan Berdampak” ini berlangsung selama tiga hari, mulai 11 hingga 13 Februari 2026, bertempat di Hotel Suni, Sentani, Kabupaten Jayapura.

Agenda Raker tahun ini dibuka dengan momentum penting, yakni penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Universitas Cenderawasih dengan mitra industri, PT Papua Bara Bersama dan PT Bara Energi.

Hadir dalam pembukaan acara tersebut Rektor Uncen Prof. Dr. Oscar Oswald O. Wambrauw, S.E., M.Sc.Agr., Inspektur I Itjen Kemendiktisaintek Lindung Saut Maruli Sirait, S.E., C.A., CFE., CFrA., Wakil Menteri Dalam Negeri John Wempi Wetipo, S.H., M.H., Ketua Senat Uncen Prof. Dr. Drs. Agustinus Fatem, M.T., serta Direktur PT Papua Bara Bersama dan PT Bara Energi, Yunarto. Turut hadir pula Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Papua, Yanni, S.H., M.H., M.Sos., beserta para tamu undangan lainnya.

Raker dibuka secara resmi oleh Lindung Saut Maruli Sirait selaku Inspektur I Itjen Kemendiktisaintek. Dalam sambutannya, beliau menekankan besarnya potensi yang dimiliki Uncen untuk menjadi universitas yang unggul.

“Menjadikan Uncen unggul ke depan memang tidak mudah, tetapi harus terus didorong. Uncen sangat potensial. Melalui berbagai kerjasama dan komitmen bersama untuk mengikuti aturan serta mekanisme yang ada, mari kita majukan Uncen. Saya berharap Raker ini menghasilkan inovasi yang membangun demi kelancaran institusi,” ujar Lindung Sirait.

Rektor Uncen, Prof. Dr. Oscar Oswald O. Wambrauw, dalam arahannya menegaskan bahwa tujuan utama Raker ini adalah menyinergikan seluruh fakultas dan unit kerja untuk menyusun program yang berdampak langsung pada Indikator Kinerja Utama (IKU). Hal ini sejalan dengan kontrak kinerja yang telah ditandatangani Rektor bersama Menteri.

“Target kita adalah pemenuhan indikator-indikator krusial, mulai dari mutu lulusan, prestasi mahasiswa di bidang akademik dan non-akademik, hingga mendorong dosen untuk menjadi praktisi pengajar di luar kampus. Semua ini kita dorong masuk ke dalam IKU sebagai tolak ukur keberhasilan universitas,” jelas Rektor.

Lebih lanjut, Prof. Oscar menyoroti status Uncen sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Layanan Umum (PTN-BLU). Ia menekankan pentingnya pengembangan aset dan kemitraan strategis, seperti kerjasama dengan perusahaan tambang yang baru saja ditandatangani.

“Kebijakan baru di sektor sumber daya mineral membuka peluang bagi perguruan tinggi untuk bermitra dengan industri. Kerjasama ini bukan sekadar menyoal finansial, namun membuka akses bagi dosen dan mahasiswa untuk melakukan magang serta penelitian. Ini adalah implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi yang saling menguntungkan,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Rektor II sekaligus Ketua Panitia Raker, Dr. Ferdinand Risamasu, S.E., M.Sc.Agr., menjelaskan aspek teknis dari pelaksanaan Raker. Menurutnya, forum ini berfungsi sebagai evaluasi menyeluruh terhadap program kerja tahun 2025.

“Kita mengevaluasi program yang sudah berjalan. Program yang tidak berkorelasi dengan peningkatan IKU akan kita sesuaikan di tahun 2026, diselaraskan dengan kondisi fiskal yang ada,” ungkap Dr. Ferdinand.

Ia menambahkan bahwa output akhir dari kegiatan ini adalah penandatanganan perjanjian kinerja antara Rektor dengan para pimpinan unit, termasuk Dekan, Direktur Pascasarjana, hingga Ketua Lembaga.

“Prinsip utamanya, semua program yang kita susun dalam Raker ini harus memberikan dampak positif yang nyata kepada mahasiswa,” tutupnya. (Petrus, Ed ; FO)

Loading