JAYAPURA – Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih (FK Uncen) siap mengukir sejarah baru dalam dunia pendidikan kedokteran di Indonesia Timur. Sebagai langkah strategis untuk menjawab kebutuhan tenaga medis ahli, FK Uncen bersiap membuka Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi dan Terapi Intensif. Program ini diproyeksikan menjadi PPDS berbasis universitas (university-based) pertama di Tanah Papua.
Kesiapan ini ditandai dengan pelaksanaan Asesmen lapangan oleh Tim Satuan Tugas Percepatan PPDS Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) yang berlangsung di Ruang Rapat Rektorat Uncen, Waena, Rabu (4/2/2026).
Mewakili Rektor Uncen, Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. Drs. Dirk Runtuboy, S.Pd., M.Kes. menegaskan bahwa pembukaan prodi ini merupakan wujud sinergi erat antara universitas dengan Pemerintah Provinsi Papua. Penyelenggaraan pendidikan akan didukung penuh oleh rumah sakit pendidikan utama, seperti RSUD Jayapura dan RSUD Abepura, serta jejaring rumah sakit lainnya guna menjamin kualitas praktik klinis.
“Sinergi ini diharapkan mampu mencetak lulusan yang unggul secara akademis serta memahami karakteristik dan tantangan kesehatan spesifik di Papua,” ujar Wakil Rektor.
Senada dengan Wakil Rektor, Dekan FK Uncen, dr. Inneke Viviane Sumolang, Sp.DVE, FINSVD, FAADV., menyebut momen ini sebagai tonggak sejarah. Setelah berhasil meluluskan 1.393 dokter umum, FK Uncen kini melangkah maju sebagai penyelenggara pendidikan spesialis mandiri. 
“Anestesiologi akan menjadi lokomotif bagi pembukaan prodi spesialis lainnya. Ini adalah jawaban nyata atas keterbatasan dokter spesialis di wilayah timur, sehingga putra-putri terbaik Papua tidak perlu lagi keluar daerah untuk melanjutkan studi spesialis,” tegas dr. Inneke.
Ketua Tim Satgas Percepatan PPDS Kemendiktisaintek, Prof. Dr.med. dr. Tri Hanggono Achmad, menyatakan bahwa inisiatif ini sejalan dengan Asta Cita Presiden RI dalam pemerataan distribusi dokter spesialis hingga ke pelosok negeri. 
Sementara itu, Ketua Kolegium Anestesi Indonesia sekaligus asesor, Dr. dr. Reza Widianto Sudjud, Sp.An-TI, Subs.AnKV(K), menekankan urgensi program ini. Berdasarkan data lapangan, kebutuhan dokter spesialis anestesi dan perawatan intensif (ICU) di Papua sangat mendesak.
“Pendirian prodi ini telah disetujui. Kini fokus kita adalah menjaga kualitas terbaik untuk angkatan pertama yang akan segera dibuka. Ini adalah dedikasi dari institusi sendiri, untuk masyarakat Papua,” ungkap Dr. Reza.
Kegiatan asesmen ini turut dihadiri oleh jajaran direksi RSUD Jayapura, RSUD Abepura, RSUD Yowari, RS Bhayangkara, RS Angkatan Laut, RS Marthen Indey, serta Ketua Komisi V DPRP Papua, yang menunjukkan dukungan lintas sektor yang kuat bagi kemajuan FK Uncen.
(Petrus/ Ed: HH)

![]()