Kewirausahaan Uncen Harus Jadi Contoh Inkubator UKM Di Papua.

Usaha Kecil Menengah sebagai salah satu wujud dari kewirausahaan menjadi perhatian serius pemerintah sejak lama. Universitas Cenderawasih turut berpartisipasi dalam mendukung program tersebut dengan membentuk tim kewirausahaan di lingkungan kampus yang dikelola oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Kewirausahaan Uncen diharapkan bisa menjadi inkubator bagi Usaha Kecil Menengah (UKM) di Papua. Hal ini disampaikan oleh Juherman, Analis Kebijakan pada Kementerian Koperasi dan UKM saat berkunjung ke Fakultas Ekonomi dan Bisnis Uncen, Kamis. 19 Mei 2022.

Juherman bersama Kepala Bidang Pengembangan Teknologi Informasi M. Fatihi diterima oleh Dekan FEB, Dr. Mesak Iek,S.E., M.Si di ruang kerjanya. Kunjungan kedua pejabat dari KemenKop UKM ini dalam rangka sosialisasi program fasilitasi pengembangan lembaga inkubator. Tahun 2022 ini Kementerian akan melaksanakan peningkatan kapasitas pengelola, manager dan pendamping inkubator di seluruh Indonesia.

Juherman menjelaskan bahwa sesuai dengan arahan Menteri Teten Masduki bahwa Papua menjadi prioritas pengembangan UKM dan kewirausahaan, maka pihaknya memerlukan data keberadaan lembaga inkubator selain di Uncen. Dengan adanya Inkubator di Uncen, pihaknya akan membantu untuk peningkatan kapasitas lembaga inkubator Uncen agar bisa bersinergi dengan pemerintah daerah melalui dinas koperasi untuk membina UKM di daerah.

Dr. Mesak Iek pada pertemuan itu memberikan informasi bahwa kewirausahaan Uncen yang sudah dibentuk sejak tahun 2009 tetap aktif sampai saat ini walau pendanaan yang minim. Semangat membentuk jiwa wirausaha bagi mahasiswa menjadi kekuatan untuk  bertahan dan terus mendampingi mahasiswa dalam usaha yang sudah dibangun.

Ketua Kewirausahaan Uncen, Dr. Westim Ratang, S.E., M.Si memberikan informasi tambahan tentang Inkubator yang sudah dibentuk. Bahwa ada semangat untuk memajukan dunia kewirausahaan di Papua melalui UKM yang dikelola oleh mahasiswa. Namun diakui bahwa secara manajemen, Inkubator Uncen belum memiliki hal tersebut, ungkapnya

Menanggapi kekurangan yang ada, M.Fatihi mengatakan bahwa ada program-program yang akan dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas inkubator di tahun 2022 ini. Inkubator Uncen harus menyiapkan tiga orang sehingga nanti akan diundang untuk mengikuti pelatihan. Karena Papua dan Papua Barat adalah prioritas maka selain Inkubator Uncen diharapkan ada juga dari universitas lain di Papua. ***

(yt)