Penjajakan MOU, “Satu Rumah Wajib Satu Sarjana” Kepala Kampung Yoka Bertemu Rektor Uncen

Guna memajukan sumber daya manusia yang lebih baik, jajaran aparat kampung Yoka mengutamakan pendidikan melalui dana operasional kampung tahun 2021 ke beberapa perguruan tinggi di kota jayapura, salah satunya Universitas Cenderawasih yang merupakan perguruan tinggi terbesar di tanah Papua.
Rektor Universitas Cenderawasih, Dr.Ir.Apolo Safanpo, ST.,MT, didampingi pembantu rektor IV, Dr. Fredrik Sokoy, S.Sos.,M.Sos, menerima kedatangan kepala kampung Yoka, Anthonius D. Mebry dan sekretaris kampung, Falen Ibrahim Fairnap, bersama mahasiswa anak asli kampung Yoka di ruang rapat pimpinan gedung rektorat kampus Waena, Rabu, 13/1/2021.


Anthonius D. Mebry kepala kampung Yoka, tujuan kedatangan kami adalah menjalin kerjasama dengan pihak Universitas Cenderawasih untuk membantu program kerja di tahun 2021 yaitu, SATU RUMAH WAJIB SATU SARJANA.
Memang di kampung Yoka pada tahun sebelumnya sudah ada program pembangunan sumber daya manusia terutama bagi anak-anak yang melanjutkan studi ke perguruan tinggi.
Ketika ada bantuan dana kampung, kami serahkan kepada mereka untuk membayar studi namun hal itu tidak terlaksana dengan baik atau dana itu digunakan ke hal lain.
Mahasiswa kami banyak putus sekolah atau drop out (DO), akibat ketidak sanggupan membayar SPP, melihat hal itu, ditahun 2021 kami mencoba untuk buat suatu perubahan yaitu, bekerja sama dengan Uncen dan beberapa perguruan tinggi di kota Jayapura.
Kami alokasikan sebagian dana kampung untuk pendidikan kepada pihak Uncen, sehingga anak kami mulai dari masuk sampai wisuda mereka sudah dibiayai, tugas kami orang tua hanya menjaga serta memotivasi mereka untuk belajar, selain itu juga beban selaku orang tua semakin ringan.
Program yang sama akan dilakukan dibeberapa perguruan tinggi di kota Jayapura dimana anak kami saat ini menuntut ilmu.”ujar kepala Kampung Yoka Anthonius D. Mebry di akhir sambutannya”.
Menangapi tujuan kepala kampung yoka, Rektor Uncen, Dr.Ir.Apolo Safanpo, ST.,MT, merasa ini suatu kebijaksanaan sangat baik dari kepala kampung bersama jajarannya juga para orang tua, hal ini merupakan bentuk perlindungan dan proteksi bagi anak mereka untuk membanggun tanah Papua. Apa yang dibuat oleh kepala kampung Yoka, patut dicontoh oleh kepala kampung lainnya di provinsi Papua.
Bagi rektor, ini pertama kali ada kepala kampung melakukan MOU dengan Uncen, Uncen mempunyai tanggung jawab moral dan siap membantu apa yang dinginkan oleh kepala kampung Yoka.
Selain pengalokasian dana studi dari kampung yoka, Uncen juga akan memberikan kuota beasiswa bagi anak mahasiswa asli kampung Yoka, hal ini kami lakukan kepada mereka sebab lokasi kampus Uncen Waena berada diatas tanah leluhur masyarakat kampung Yoka,’’ucap rektor usai mengakhiri sambutannya.
Dikesempatan yang sama, ketua pengelola beasiswa kampung Yoka, Baltahzar Kreuta, menambahkan bahwa tujuan MOU sudah harus terlaksana dari tiga tahun lalu, namun hal itu baru tercapai di tahun 2021.
Harus dilakukan supaya betul dana bantuan studi itu dirasakan oleh masyarakat terutama bagi anak kami yang saat ini berada diperguruan tinggi, terima kasih kepada pimpinan Universitas Cenderawasih yang sudah menerima dan menjawab maksud serta tujuan kedatangan kami.
Kreuta juga berharap agar setiap kepala kampung di tanah papua bisa berbuat sama seperti apa yang sudah kami berbuat, sehingga kedepan orang Papua bisa menjadi tuan diatas negerinya sendiri.


Turut hadir sekretaris kampung, Falen Ibrahim Fairnap serta para mahasiswa anak asli kampung yoka, akhir dari pertemuan tersebut, rektor dan pembantu rektor IV foto bersama dengan kepala kampung yoka serta para masiswa. (MS/SS)

 

Tags
This website uses cookies to enhance your browsing experience.