BNI Jayapura Siap Bantu Bagian Kemahasiswaan Uncen dan Pelayanan SPP

Kamis, 6 Agustus 2020.  Rektor Uncen Dr.Ir. Apolo Safanpo, S.T.,M.T didampingi Purek I dan III bertemu dengan pimpinan dan beberapa staf Bank BNI Wilayah Papua dan Papua Barat. Pertemuan berlangsung di ruang VIP gedung rektorat membicarakan pelayanan bidang kemahasiswaan terkait pembayaran SPP dan Kartu Mahasiswa.

Purek III, Dr. Yonathan K. Wororomi,  mengawali pertemuan dengan menjelaskan bahwa setiap mahasiswa baru akan membayar uang SPP di BNI. Sehingga untuk memperlancar proses pembayaran, diharapkan setiap mahasiswa diberikan kartu ATM. Selain itu saat ini juga akan dipersiapkan kartu mahasiswa bagi mahasiswa baru nantinya.

Dr. Apolo menyampaikan terimakasih kepada pihak BNI yang telah bersedia bekerjasama dgn Uncen dalam menerima pembayaran SPP mahasiswa. Rektor menambahkan bahwa mahasiswa Uncen mempunyai data pokok saat masuk dan keluar yang diolah oleh Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan. Kemudian Biro ini mengeluarkan kartu mahasiswa yang tidak ada biaya karena oleh SPI tidak dibenarkan adanya biaya pembuatan kartu mahasiswa yang dibebankan kepada mahasiswa yang merupakan haknya.

Pimpinan BNI Wilayah Papua dan Papua Barat, Setiawan Jahja Adie menjelaskan bahwa pihaknya perlu masukan, adanya evaluasi dari fungsi dan manfaat dari sistem ini terutama rekonsiliasi pencatatat administrasi di Uncen sudah maksimal atau masih ada kendala yang perlu adanya perbaikan dengan BNI. Mengenai kartu mahasiswa perlu dibicarakan lagi untuk efisiensinya mungkin bisa dipakai juga sebagai alat pembayaran (kartu ATM) dan biasanya itu diberikan kepada mahasiswa baru.

Lebih lanjut Setiawan menjelaskan bahwa pada 2 semester terakhir masih terlihat antrian di outlet-outlet BNI yang melayani pembayaran SPP oleh mahasiswa. Kami sudah memberikan solusi dengan mengirim kendaraan operasional agar mengurangi antrian di oulet untuk pembayaran SPP yang tentunya masih perlu ada edukasi bagi para mahasiswa. Kendaraan operasional diturunkan dengan tujuan bahwa kami perlu memberikan waktu yang lebih banyak bagi mahasiswa untuk belajar daripada antri di oulet yang menyita waktu belajar, ungkap Setiawan.

Purek I, Dr. Ones Sahuleka menambahkan tentang data mahasiswa menyangkut NIM sudah sesuai dengan aturan akademik. Jadi nantinya dalam pembuatan Kartu Pengenal MAhasiswa (KPM) bagi mahasiswa baru, BNI bisa mendapatkan data NIM dari Bagian Akademik.

Head of Consumer Retall BNI wilayah Papua, Jacobus Chandra menjelaskan bahwa dalam pembuatan KPM nanti disesuaikan dengan kebutuhan desain dari Uncen mengenai warna dan logo. BNI akan melengkapi sehingga kartu mahasiswa itu dapat diapakai sebagai alat pembayaran. Hal ini tentunya mahasiswa harus punya rekening di BNI. Kemudian mahasiswa harus teredukasi pada saat penerimaan mahasiswa baru. Dalam mempersiapkannya pihak BNI memerlukan waktu kurang lebih 1 bulan untuk mengeluarkan kartu mahasiswa.

Pertemuan ini juga dihadiri oleh Rony Sung dari BNI Cabang Jayapura dan beberapa staf, Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan Uncen, Kabag Kemahasiswaan, Kabag Humas dan Kerjasama, serta Kabag Keuangan BAUK Uncen. ***

(yt)

Tags
This website uses cookies to enhance your browsing experience.