Strategi Uncen Disaat Pandemi Covid-19 Papua

Dalam rangka mensosialisasi kebijakan pemerintah terkait penanganan pandemi Corona Virus  Disease-19 (Covid-19), Universitas Cenderawasih melalui gugus tugas bidang promotif melaksanakan kegiatan dialog interaktif di RRI Pro-1 Jayapura, senin (27 April 2020) dengan tema “ Strategi Uncen dalam Pencegahan, Penanganan, dan Penyebaran Covid-19 secara Promotif, Preventif dan Kuratif dilingkungan Universitas Cenderawasih dan wilayah Papua”.

Pandemi Covid-19 yang bersifat global telah berdampak pada seluruh aspek kehidupan,  mulanya hanya berdampak pada aspek kesehatan, kemudian meluas kepada aspek ekonomi, pendidikan, keagamaan, pemerintah dan pangan. Covid-19 yang berawal dari negeri China tepatnya dari kota Wuhan pada Desember 2019 kini telah menyebar ke seluruh dunia. Lebih dari 200 negara terkena dampak virus corona termasuk Indonesia. Di Indonesia Covid-19 masuk pada bulan Februari 2020 dan menimbulkan dampak luas ke seluruh pelosok nusantara yang mempengaruhi seluruh aktifitas di negara kita. 34 provinsi terkena dampak dari Covid-19 dan mengakibatkan seluruh kegiatan yang sifatnya mengumpulkan masa baik di sekolah, kampus, kantor, tempat ibadah maupun sarana publik lainnya harus dihentikan. Semua orang disarankan bekerja dari rumah akibat wabah ini.

Secara nasional, tim gugus tugas penanggulangan covid-19 Uncen dibentuk berdasarkan 3 aturan Undang-undang:

  1. Undang-undang tentang kesehatan (Leading Sector Kemenkes),
  2. Undang-undang no. 6 tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan (Leading Sector Karantina Kesehatan)
  3. Undang-Undang no. 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana (Leading Sector BNPB).

Berdasarkan Undang-Undang tersebut, maka Rektor membentuk Tim gugus tugas penanggulangan Covid-19 yang diketuai Dr. Ferdinan Risamasu, dimana kita tahu bahwa Covid-19 sendiri telah ditetapkan pemerintah sebagai bencana nasional non alam.

Dalam dialog di RRI, Rektor Uncen mengatakan bahwa langkah-langkah Uncen dalam menangani pandemi Covid-19 dilakukan dalam  tiga cara yaitu promotif, preventif dan kuratif.

Cara promotif bertugas melakukan sosialisasi, edukasi kepada masyarakat tentang covid-19 dan melakukan riset-riset untuk menemukan dan menghimpun informasi tentang pandemik yang sedang terjadi, bagaimana metode penyebaran, menghambat dan menghentikannya. Dengan demikian Uncen bisa memberikan masukan-masukan pada pemerintah khususnya pemprov Papua secara konstruktif dan terstruktur tentang hal-hal yang bisa dilakukan untuk menghadapi covid-19. Dapat dikatakan bahwa gugus tugas promotif merupakan gugus terdepan karena tugas gugus ini menginformasikan pada masyarakat tentang covid-19. Jangan sampai ada lagi masyarakat yang melakukan penolakan untuk memakamkan jenazah pengidap covid-19 karena menganggap jenazah pengidap covid-19 dapat menularkan virus.

Sedangkan bidang gugus tugas preventif melakukan pencegahan-pencegahan seperti yang sudah dilakukan yaitu dengan physical distancing, social distancing, stay at home, work from home, kuliah daring (on-line), rajin cuci tangan dengan sabun, menggunakan handsanitizer, menggunakan masker ketika keluar rumah dan lain-lain.

Dan bidang gugus tugas kuratif yaitu dengan metode pengobatan atau penyembuhan. Pada gugus tugas kuratif ini hanya bisa dilakukan oleh tenaga medis, perawat dan dokter (orang yang mempunyai keahlian dalam bidang kesehatan). Uncen sendiri sudah menugaskan tim kesehatan dari Fakultas Kedokteran, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Keperawatan dan Farmasi untuk bergabung dengan tim penanggulangan covid-19 Pemprov Papua secara terintegrasi untuk membantu memberikan pelayanan pada masyarakat.

Sedangkan yang mempunyai disiplin ilmu bukan kesehatan ditugaskan untuk melakukan langkah-langkah promotif dan preventif seperti melakukan sosialisasi baik dalam internal Uncen maupun pada masyarakat luas tentang bagaimana bisa menghindari diri dari dampak covid-19, memproduksi disinfektan untuk melakukan pembersihan ditempat tinggal, memproduksi handsanitizer untuk dibagikan pada komunitas Uncen dan masyarakat, dan membantu masyarakat untuk menghadapi dampak-dampak yang ditimbulkan dari covid-19.

Secara nasional dan regional kita sedang menangani dampak dari covid-19. Tapi secara masiv kita belum melakukan langkah-langkah untuk menangani penyebabnya dan belum melakukan counter attack untuk menghentikan dan mengendalikan penyebaran virus ini. Papua khususnya Uncen memiliki banyak ahli virus, epidemolog dan ahli kesehatan masyarakat. Mereka diminta untuk melakukan riset-riset singkat untuk mengetahui tentang virus ini dan melakukan pengobatan dengan menggunakan bahan-bahan lokal yang ada di Papua, tambah Rektor.

Dampak yang sangat dirasakan adalah dalam bidang kesehatan, ekonomi, sosial dan tenaga kerja yang harus fokus diprioritaskan.

Dr. Alfred Antoh, M.Si sebagai ketua bidang promotif gugus tugas penanggulangan covid-19 Uncen ketika memberi keterangan mengatakan bahwa dalam bidang promotif sebagai gugus terdepan akan fokus melakukan sosialisasi dengan melakukan beberapa kegiatan. Namun kegiatan ini ketat mengikuti protokol physical dan social distancing. Sosialisasi yang dilakukan melalui RRI, TVRI Papua maupun media sosial lainnya. Dalam sosialisasi bidang promotif akan menginformasikan atau memberi pemahaman serta berkomunikasi dengan masyarakat tentang wajib dan pentingnya penggunaan masker ketika berada diluar rumah. Karena masker merupakan salah satu alat pelindung dan pencegah seperti yang dikatakan WHO beberapa waktu yang lalu. Untuk kedepan rencananya bidang promotif gugus ini akan membuat video-video pendek yang melibatkan mahasiswa.

Namun langkah-langkah yang dilakukan bidang promotif belum begitu efektif. Masih banyak masyarakat yang melakukan aktifitas diluar rumah. Kami menyadari bahwa tidak bisa langsung mengedukasi masyarakat untuk selalu berada dirumah. Masyarakat dihadapi oleh dampak ekonomi dari kebijakan yang disarankan oleh pemerintah yaitu stay at home. Masyarakat harus tetap bekerja karena ada keluarga yang harus dinafkahi. Dosen Biologi FKIP ini menambahkan untuk itu kita membutuhkan dukungan dari semua pihak dan kesadaran dari masing-masing individu untuk mendisiplinkan diri.

Gugus tugas penanggulangan covid-19 Uncen merupakan salah satu wujud dari tridharma perguruan tinggi yang diharapkan mampu menjadi garda terdepan Uncen dalam menghadapi bahaya covid-19 dan membantu Papua lepas dari covid- 19.

Kata penutup dari ketua bidang promotif Dr. Alfred Antoh, M.Si, yaitu jaga kesehatan, ikuti aturan pemerintah, tinggal di rumah, cuci tangan, pakai masker dan berdoa. Sedangkan Rektor mengatakan bahwa dengan tantangan dan rintangan yang kita hadapai akan membuat kita semakin kuat, kita harus bijaksana dalam menghadapi covid-19 dengan taat dan disiplin melaksanakan protokol yang disampaikan oleh pemerintah. Jadi kunci berakhirnya covid-19 itu ada di masyarakat. (Penulis: Helisa .H/ Editor: Nurtanti .H/ HUMAS)

This website uses cookies to enhance your browsing experience.