Seorang Pastor di Keuskupan Agats-Asmat Meraih Gelar Doktor Ilmu Sosial

Senin, 9 Maret 2020, Program Pascasarjana Universitas Cenderawasih kembali menghasilkan lulusan ke-22 Doktor Ilmu Sosial dalam Sidang Ujian Promosi Doktor yang berlangsung di Gedung Pascasarjana, Kampus Abepura.

Yohanes Kore, S.Ag., M.A. mahasiswa angkatan kelima Program Doktor Ilmu Sosial PPs Uncen tampil sebagai Promovendus dalam Sidang Ujian Promosi Doktor yang dipimpin oleh Rektor Uncen, Dr. Ir. Apolo Safanpo, S.T., M.T.

Yohanes Kore dalam presentasi Disertasi dengan judul “Mistik Dan Patriarki : Suanggi Sebagai Alat Dominan Laki-Laki Terhadap Perempuan Suku Mee Di Mapia Kabupaten Dogiyai-Papua” menjelaskan bahwa disertasi ini didasari oleh kegelisahan dirinya terhadap penderitaan perempuan suku Mee di Mapia Dogiyai.

Sebagai seorang Pastor yang melayani di daerah Dogiyai, Yohanes Kore melihat bahwa nilai perempuan seharusnya sama dengan laki-laki. Pernikahan itu adalah bersatunya dua insan yang unggul, sehingga laki-laki tidak seharusnya superior dari perempuan. Namun penderitaan perempuan yang dilihat dan menjadi kegelisahan itu mendorong dirinya untuk melakukan penelitian apa yang menjadi penyebabnya.

Hasil penelitiannya mendapatkan data bahwa praktik kuasa mistik dan patriarki sangat kental menekan dan menindas kehidupan perempuan Mee di Mapia-Dogiyai. Penindasan yang terjadi bahkan sampai kepada menyematkan perempuan sebagai suanggi yang berakibat kepada perempuan tersebut akan dijauhkan dan terpinggirkan dari lingkungannya.

Dalam sidang tersebut Yohanes Kore mampu mempertahankan Disertasinya dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan dari para penguji internal yang terdiri dari J.R.Mansoben, MA,. Ph.D. ,  Dr. Nomensen S. Mambraku ,  Dr. Bernarda Meteray, MA. ,  Dr. Vince Tebay, M.Si.  , Dr. Marlina Flassy, S.Sos., M.Hum.  Dan seorang Penguji Ekternal Dr. Usman Pakasi, M.Si.

Sebagai putera daerah Dogiyai, Dr. Vince Tebay sangat mengapresiasi penelitian yang dilakukan Pastor Yohanes
Kore mengenai perempuan di daerah asalnya. Penelitian yang akan berdampak positif bagi pengembangan dan pembangunan manusia di Dogiyai. Namun Dr. Vince juga mengingatkan bahwa ada adat dan budaya yang sudah mengatur tentang posisi dari laki-laki dan perempuan di daerahnya yang merupakan kearifan lokal yang dipelihara dengan baik.

Yohanes Kore  menyampaikan disertasinya  dalam ujian ini dipromotori oleh Prof. Dr. Heru Nugroho, M.Si. (promotor), Dr. Sugeng Bayu Wahyono, M.Si. dan Dr.Drs. Avelinus Lefaan,MS. (co-promotor). Hasil ujian yang dibacakan oleh Direktur Program Pascasarjana,  Prof.Dr. Yohanes Rante,M.Si menyatakan bahwa Yohanes Kore  lulus dengan predikat sangat memuaskan.

Dengan hasil ini maka, Dr. Yohanes Kore, S.Ag., MA. adalah Doktor ke-22 Program Doktor Ilmu Sosial pada Program Pascasarjana Universitas Cenderawasih. ***

(yt)

Tags
This website uses cookies and asks your personal data to enhance your browsing experience.